Trastuzumab Subkutan, Pasien Menghemat Lebih dari Satu Jam Setiap Kunjungan ke Rumah Sakit

Waktu sangatlah berharga dan bisa membebaskan pasien untuk menikmati hidup tanpa merasa terbelenggu oleh infus.

Trastuzumab Subkutan, Pasien Menghemat Lebih dari Satu Jam Setiap Kunjungan ke Rumah Sakit
Tribunnews.com
Antisipasi kanker payudara sejak dini. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Zr Musrini SST, suster dari Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya, yang telah menjadi suster di bidang onkologi selama 20 tahun, mengatakan, adanya trastuzumab subkutan, pasien bisa menghemat lebih dari satu jam pada setiap kunjungan ke rumah sakit untuk perawatan antikanker mereka, dan lebih dari 19 jam di sepanjang siklus perawatan mereka.

"Waktu sangatlah berharga dan bisa membebaskan pasien untuk menikmati hidup tanpa merasa terbelenggu oleh infus. Ini juga berarti pemasangan selang infus yang invasif atau kanula tidak lagi harus dilakukan kepada pasien setiap tiga minggu, seperti prosedur standar saat ini," kata Musrini baru-baru ini.

Baca: Trastuzumab Subkutan Hemat Waktu Perawatan Kanker Payudara

Bahkan, menurut Musrini, dengan pengobatan ini, pasien kanker payudara tidak akan mengalami masalah ekstravasasi atau munculnya luka di area lokal penyuntikan pengobatan.

"Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pasien kanker payudara HER2-Positif dengan penambahan pengobatan trastuzumab subkutan ini tidak meninggalkan luka atau tidak terjadi ekstravasasi di kulit paha pasien," katanya.

Di samping manfaat untuk pasien, rumah sakit juga bisa mendapat keuntungan dalam penghematan biaya perawatan hingga 35 persen per pasien setiap tahunnya.

Baca: Panduan Deteksi Dini Kanker Payudara

Keuntungan tersebut ditimbulkan dari penghematan waktu dalam persiapan dan pemberian trastuzumab subkutan dan tidak ada sisa obat yang terbuang dibandingkan dengan infus intravena.

Penghematan ini bisa membantu BPJS Kesehatan dalam mengatasi beban kapasitas penjaminan di area kemoterapi yang terus meningkat.

Trastuzumab adalah obat yang telah digunakan untuk penatalaksanaan kanker payudara HER2-positif, yang diderita oleh sekitar 22,8 persen dari semua perempuan yang terdiagnosa dengan kanker payudara di Indonesia.

Obat ini telah memberikan dampak dalam meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dan menurunkan risiko kekambuhan untuk perempuan yang menderita tipe kanker payudara dini tertentu.

Serta memperbaiki kualitas dan panjangnya hidup perempuan yang menderita kanker payudara stadium lanjut.

Baca: 5 Stadium Kanker Payudara Ini Wajib Anda Ketahui

Trastuzumab dipasarkan oleh Genentech di Amerika Serikat, Chugai di Jepang, dan oleh Roche secara internasional.

Sejak 1998, trastuzumab telah digunakan untuk mengobati lebih dari 1,2 juta orang dengan kanker payudara jenis HER2-positif di seluruh dunia.

Di Indonesia, trastuzumab subkutan dihadirkan oleh Roche Indonesia setelah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 23 Mei 2018.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved