Penuturan Mbak Tutut Soal Pidato Terakhir Presiden Soeharto

Tanggal 21 Mei 1998 menjadi hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari itu, kekuasaan Orde Baru di bawah Pak Harto berakhir.

Penuturan Mbak Tutut Soal Pidato Terakhir Presiden Soeharto
Pak Harto didampingi putri sulungny, Mbak Tutut (Sumber foto : tututsoeharto.id) 

TANGGAL 21 Mei 1998 menjadi hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada hari tersebut, kekuasaan Orde Baru di bawah pimpinan Pak Harto harus berakhir.

Kini, reformasi telah genap berusia 20 tahun tepatnya pada tanggal 21 Mei 2018 yang lalu.

Salah satu trah Cendana yang merupakan putri Pak Harto, Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut menceritakan detik-detik berakhirnya kekuasaan bapaknya.

Melalui laman situs pribadinya pada Kamis (19/7/2018), Mbak Tutut bercerita kejadian pada malam sebelum Pak Harto menyampaikan pidato terakhirnya.

Malam itu, Pak Harto memberitahu keluarganya tentang keputusan untuk tidak meneruskan jabatannya sebagai Presiden RI.

Sebelum beranjak meninggalkan ruang keluarga, ia tidak lupa memberi nasehat untuk anak-anaknya.

Dari ruang keluarga, Pak Harto kemudian berjalan menuju ruang kerjanya sambil memanggil Mbak Tutut.

Rupanya, Pak Harto meminta Mbak Tutut untuk mengambil kitab Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang disimpan di dalam lemari buku.

“Untuk apa tho Pak buku UUD 45 ini,” ujar Mbak Tutut sambil menyerahkan buku tersebut.

Mendengar pertanyaan dari putrinya, Pak Harto menjawab bahwa ia mau mencari dua kata atau istilah yang tepat untuk digunakan sebagai tanda dirinya tidak akan melanjutkan jabatan Presiden RI kala itu.

Halaman
1234
Penulis: Hamdi Putra
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help