Penjambretan

Kaki Kiri Pelaku Penjambretan di Menteng Ditembak karena Melawan Petugas

Korban mengejar pelaku yang berusaha kabur. Gamel yang instruktor bela diri langsung menghajar R hingga tersungkur.

Kaki Kiri Pelaku Penjambretan di Menteng Ditembak karena Melawan Petugas
Warta Kota/Rangga Baskoro
Pelaku penjambretan dipapah petugas karena kaki kirinya ditembak saat melawan petugas, di Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/7/2018). 

WARTA KOTA, MENTENG--- Kaki kiri pelaku penjambretan, R, ditembak saat berusaha merebut senjata petugas ketika hendak diamankan, di Jalan H Agus Salim, Menteng, Selata (24/7/2018).

Korban aksi penjambretan yakni  warga Mesir, Gamel Abdelhai Eliwa (35) 

"Pada saat di perjalanan karena gerakan pelaku membahayakan, petugas memberikan tindakan tegas terukur," kata Kapolsek Metro Menteng, Dedy Supriadi di Polsek Metro Menteng, Rabu (25/7).

Sebelumnya, kata Dedy, R bersama pelaku lain F menjambret telepon genggam milik korban saat berada di Jalan H Agus Salim, Menteng, Selasa (24/7/2018) sekitar pukul 00.15 WIB.

Baca: Seorang WNA Mesir Melawan Pakai Jurus Kungfu Saat Dijambret

Saat itu, korban sedang melakukan panggilan video dengan kerabatnya melalui telepon genggam dalam kondisi berjalan kaki sendirian.

"Kemudian korban dihampiri oleh dua orang tidak dikenal menggunakan sepeda motor. Satu pelaku R lalu merampas handphone korban," kata Dedy.

Korban yang tak terima kemudian mengejar pelaku yang berusaha kabur. Gamel yang instruktor bela diri langsung menghajar R hingga tersungkur.

"Korban mengejar pelaku hingga satu pelaku R terjatuh dan kemudian diamankan bersama barang bukti berupa satu unit handphone," ujar Dedy.

Satu pelaku lain yang mengendarai sepeda motor kabur. Polisi pun mencoba melakukan pengejaran dengan meyertakan pelaku R dalam mencari pelaku F.

Baca: Jambret Beraksi Dekat Venue Asian Games

Namun saat diminta menunjukkan lokasi keberadaan  F, pelaku R mencoba kabur dan melawan petugas.

"Akibat perbuatannya tersebut, R dijerat pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan dan ancaman hukuman 5 sampai tujuh tahun," ujar Dedy.

Saat diperiksa, R yang warga pendatang dari Surabaya, Jawa Timur,  itu nekat melakukan aksi kriminal untuk membeli minuman keras (miras).

"Untuk beli bir Bang uangnya, saya baru datang dari Surabaya," kata R. 

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved