Eksklusif Wartakota

Jenderal Gatot Nurmantyo Bongkar Dalang Presidential Threshold 20 Persen: Cermati Ini Baik-baik!

JENDERAL (Purn) Gatot Nurmantyo mengungkap siapa di balik lahirnya aturan Presidential Threshold 20 persen. Dia ajak mahasiswa kritis.

"Satu hal ada yg perlu kita cermati baik-baik. bahwa Presidential Threshold yang 20% ini, ini pada tahun 2014 tidak pernah diumumkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum)," tegas Gatot Nurmantyo yang disambut tepuk tangan hadirin.

Video berisi potongan ceramah Gatot Nurmantyo itu di-share di akun instagram @nurmantyo_gatot yang telah teriverifikasi.

Menurut Gatot Nurmantyo, menjadi hal yang aneh jika KPU tidak pernah mengumumkan hasil Pemilu 2014 sebagai syarat pencalonan presiden tetapi pada Pilpres 2019 kini justru dijadikan dasar pengusulan capres/cawapres.

Gatot Nurmantyo mengatakan, ketentuan Presidential Threshold 20 persen itu lahir karena diwarnai oleh kepentingan penguasa, terutama satu partai politik (parpol) pemenang Pemilu 2014.

Parpol tersebut meraih suara 18,95 persen atau kalau dibulatkan menjadi 19 persen dan keluar sebagai pemenang Pemilu 2014.

"Terus mengapa di perjalanan muncul undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Presidential  Threshold yang 20 persen, mengapa? Karena ada pemenang pileg yang memperoleh 19 persen," tegas Gatot Nurmantyo.

Dengan adanya ketentuan Presidential Threshold 20 persen maka Parpol tersebut, kata Gatot Nurmantyo,   diuntungkan lantaran tinggal menambah satu dukungan dari partai politik (parpol) saja sudah bisa mengusung capres/cawapres sendiri.

Simak status Gatot Nurmantyo secara lengkap berikut ini.

@nurmantyo_gatotPada serial diskusi untuk edukasi pemilih di JCC kemarin, saya sempat menyampaikan prihal Presidential Threshold.

Satu hal ada yg perlu kita cermati baik-baik.

Halaman
1234
Penulis: Suprapto
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved