Eksklusif Wartakota

Jenderal Gatot Nurmantyo Bongkar Dalang Presidential Threshold 20 Persen: Cermati Ini Baik-baik!

JENDERAL (Purn) Gatot Nurmantyo mengungkap siapa di balik lahirnya aturan Presidential Threshold 20 persen. Dia ajak mahasiswa kritis.

JENDERAL (Purn) Gatot Nurmantyo terus 'bergerilya' menghadiri sejumlah pertemuan dan diskusi-diskusi politik.

Bulan lalu, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo hadir di tabligh akbar di Sumatera Utara dan bicara bahwa dia akan ditanakap.

Kali ini, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmanyo berbicara dalam diskusi yang diselenggarakan Universitas Indonesia (UI) dan Aliansi Kebangsaan.

Diskusi yang dihadiri sejumlah mahasiswa dan aktivis itu digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2018) sore.

Serial diskusi untuk edukasi pemilih itu mengambil tema Tiket Alternatif atau Fiktif?

Baca: Soal Kans Ikut Pilpres 2019: Gatot Nurmantyo: Kalau Pakai Logika Keimanan, Peluang Itu Masih Ada

Baca: Gatot Nurmantyo Jelaskan Alasan Menginap di Hotel Milik Donald Trump, Mengaku Tak Dapat Korting

Dalam diskusi itu, Gatot Nurmantyo yang menjadi pembicara membahas beebagai perkembangan politik dan isu-isu nasional.

Salah satu hal yang dia jelaskan adalah siapa di balik lahirnya undang-undang yang mengatur adanya Presidential Threshold sebesar 20 persen.

Baca: Gatot Nurmantyo Akui Jalankan 3 Jimat Warisan Jenderal Sudirman

Baca: Jenderal Gatot Nurmantyo Ngaku Akan Ditangkap: Tapi Saya Tidak Takut, Jangan Coba Obok-obok!

Seperti diketahui UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum antara lain mengatur tata cara pencalonan presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019.

Pasal 222 UU No 7 tahun 2017 berbunyi:  "Pasangan Calon diusulkan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik Peserta Pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25% (dua puluh lima persen) dari suara sah secara nasional pada Pemilu anggota DPR sebelumnya."

Gatot mengajakan mahasiswa maupun peserta diskusi untuk mengkaji kenapa ketentuan Presidential Threshold 20 persen itu bisa lahr dan bagaimana proses kelahirannya.

Halaman
1234
Penulis: Suprapto
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved