Hindari Razia, Sejumlah Pengendara Motor Lawan Arus di DI Panjaitan

Sejumlah pengendara motor nekat melawan arus menghindari razia pajak kendaraan yang digelar oleh Samsat Jakarta Timur.

Hindari Razia, Sejumlah Pengendara Motor Lawan Arus di DI Panjaitan
Warta Kota/Joko Supriyanto
Petugas gabungan menggelar razia kendaraan di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur. 

SEJUMLAH pengendara roda dua melawan arus saat razia pajak kendaraan yang digelar oleh Samsat Jakarta Timur.

Razia yang digelar pada Rabu (25/7/2018) di Jalan DI Panjaitan tersebut membuat kendaraan yang mengarah Cawang-Halim-UKI terpaksa harus diberhentikan petugas.

Pantauan Warta Kota satu persatu kendaraan yang melintas diberhentikan petugas, bahkan ada beberapa kendaraan yang diberhentikan terpaksa harus ditilang lantaran tidak dilengkapi dengan surat kendaraan.

Sementara itu beberapa kendaraan yang menunggak pajak, diberikan surat pernyataan untuk segera melakukan pembayaran dengan jatuh tempo selama tiga hari kedepan.

Beberapa kendaraan yang mencoba menghindari razia pun terpaksa harus memutar arah dan melawan arus lalu lintas, sehingga sempat membuat kemacetan tepat di kolong Cawang.

Selain itu, beberapa pengemudi ojek online pun juga turut melawan arus dengan beberapa kendaraan lainnya, bahkan beberapa pengendara juga mengajak kendaraan lain agar tidak melintas karena ada razia kendaraan.

Salah seorang pengendara yang terjaring razia, Udin (36) mengaku dirinya belum sempat untuk membayar pajak kendaraan. Sehingga pajak kendaraanya telat 6 bulan.

"Saya belum sempat bayar, makanya tadi apes aja kena razia," kata Udin, seorang pengendara.

Dirinya pun langsung diberikan surat peryataan dengan batas waktu selama tiga hari kedepan, dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) terpaksa harus di sita petugas.

"Mau ngak mau harus bayar besok, soalnya sekarang ngak pegang duit," ucapnya.

Sementara itu, Kanit Samsat Jakarta Timur, AKP Ardila Amry mengatakan bahwa kegiatan ini terkait program Pemprov DKI mengenai pemutihan dan penghapusan denda pajak kendaraan bermotor mulai tanggal 27 Juni sampai dengan 31 Agustus 2018.

"Jadi yang pertama kita mau sosialisasikan bagi mereka yang belum membayar denda pajak. Kita kasih kesempatan, kebijakan dari polisi yang seharusnya kita bisa lakukan penilangan tapi untuk kali ini, kita kasih kebijakan untuk segera membayar denda pajaknya atau paling lama 3 hri dari waktu pembuatan surat pernyataan," kata Ardila.

Menurutnya untuk memudahkan pagi pengendara yang akan langsung melakukan pembayaran pajak di lokasi, dirinya juga telah menempatkan mobil samsat keliling.

"Kita disini sudah menyediakan samsat keliling sebagai upaya untuk mengajak masyakat taat pajak dan tertib hukum. Karena disni dalam perkara STNK ada 2 sisi berbeda yaitu mereka tertib administrasi terkait dengan pembayaran pajak dan terkait aturan hukum ataupun keabsahan STNK," katanya.

Dalam razia tersebut, sebanyak 80 kendaraan dilakukan penilangan sementara 23 pengendara yang melakukan pembayaran secara langsung di lokasi dan 23 pengendara diberikan surat pernyataan untuk membayar pajak dengan batas waktu selama tiga hari setelah menulis surat tersebut.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help