VIDEO: Hasil Tangkapan Capai 1 Ton Jadi Rebutan Warga Saat Kapalnya Karam di Cilacap

Meski kapal terbalik terhempas ombak, sebanyak 10 Anak Buah Kapal (ABK) di kapal itu dipastikan selamat.

WARTA KOTA, BOGOR - Ratusan warga memadati tepi Pantai Tegalkamulyan Cilacap, Rabu pagi (25/7). Padahal, ombak pantai sedang mengganas hingga mencapai bibir pantai.

Tetapi kondisi alam yang tak bersahabat itu tak menyurutkan langkah mereka untuk mendekati bibir pantai.

Baca: Bank Indonesia Nyatakan 4 Nominal Uang Kertas Kadaluarsa per Desember 2018

Sementara ombak terus melambai dan siap menarik apapun yang terjangkau.

Bukannya menjauh, mereka justru nekat terjun ke permukaan air laut.

Meski suara teriakan petugas tak hentinya terdengar di tengah suara gemuruh ombak.

Tak jauh dari mereka, sebuah kapal terombang-ambing hingga terbalik me dekati bibir pantai.

Kapal nelayan itu gagal mencapai daratan karena terus tertahan gelombang tinggi.

Warga rela menantang bahaya bukan demi menyelamatkan kapal nahas itu.

Mereka rupanya berebut "harta karun" di dalam kapal itu.

Bagaimana tidak, kapal tersebut menyimpan 10 ton ikan hasil keringat nelayan selama berminggu-minggu di laut.

Sementara warga tinggal memungutinya di pinggir pantai tanpa susah payah melaut.

Warga yang berhasil memungut ikan terlihat sempoyongan menepikan hasil tangkapan itu karena ukurannya yang besar.

Ikan tumpahan dari kapal nahas itu pun jadi rebutan warga yang sama menantang maut.

"Sudah diingatkan petugas teriak-teriak, tapi mereka nekat. Karena kaitannya rizki nomplok,"kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy

Kapal nelayan bernama Ekasari II itu mulanya akan mendarat setelah lama berada di perairan.

Meski kapal terbalik terhempas ombak, sebanyak 10 Anak Buah Kapal (ABK) di kapal itu dipastikan selamat.

Tetapi isi kapal berupa 10 ton ikan hasil tangkapan mereka di laut gagal diselamatkan.

Ikan-ikan itu tumpah atau lepas kembali ke laut usai kapal terbalik karena terjangan gelombang.

Sejumlah warga yang mengetahuinya tak menyiakan kesempatan untuk mengambil untung dari musibah itu.

Mereka nekat menantang marabahaya demi memungut ikan tumpahan dari kapal itu yang terombang-ambing oleh gelombang.

"Kapal terbalik dan rusak parah. Padahal mengangkut 10 ton ikan. Jadi rebutan warga,"katanya. (khoirul muzaki)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help