Home »

Bogor

Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor Imbau Warga Tak Khawatir Hewan Kurban di Bogor

"Kita lakukan pengawasan saat dilakukan pemotongan, akan dilakukan sampai H+3 lebaran haji,” tuturnya.

Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor Imbau Warga Tak Khawatir Hewan Kurban di Bogor
Tribun Bogor
Hewan qurban di Kabupaten Bogor 

WARTA KOTA, BOGOR - Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor imbau masyarakat agar tidak khawatir membeli hewan qurban di lapak yang ada Kabupaten Bogor.

Baca: Pedagang Hewan Kurban Semakin Banyak di Kota Bogor, Hewannya Didatangkan dari Luar Bogor

Imbauan tersebut disampaikan Kasie Kesehatan Masyarakat pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, drh Hardy Hendriawan.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin untuk memastikan hewan kurban yang dijual di setiap lapak dalam kondisi sehat.

"Kepada masyarakat jangan khawatir saat membeli hewan ternak di kabupaten bogor karena petugas sudah berusaha untuk memeriksa hewan yang dijual," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (25/7/2018).

Dijelaskannya pihaknya akan mengerahkan sebanyak 18 dokter hewan dan 47 petugas paramedis untuk melaksanakan pemeriksaan hewan kurban.

“Kemudian kami juga siapkan sekitar 100 mahasiswa untuk membantu kami dan akan ada bantuan juga dari Kementan dan provinsi, semuanya nanti akan melakukan pengecekkan terhadap hewan-hewan kurban,” jelasnya.

Tak hanya memeriksa hewan kurban yang akan dijual, pihaknya juga rupanya akan melakukan pengawasan di sejumlah tempat pemotongan hewan kurban.

"Kita lakukan pengawasan saat dilakukan pemotongan, akan dilakukan sampai H+3 lebaran haji,” tuturnya.

Bila berkaca pada tahun sebelumnya, lanjut dia, pihaknya kerap menemukan hewan kurban yang kurus dan belum cukup umur.

"Biasanya kebanyakan temuannya itu hewan yang belum cukup umur kita anjurkan diganti tapi kita tidak memaksa," terangnya.

Selain itu, pihaknya pun rupanya kerap menemukan cacing hati pada daging sapi yang telah dipotong.

Menurutnya, ada cacing pada daging tersebut dikarenakan sapi tersebut tidak dirawat dengan instensif dan cenderung diliarkan di kebun.

"Kurang etis kalau dimakan, sehingga kita anjurkan dibuang daging yang di dalamnya ada cacingnya," tandasnya. (Mohamad Afkar Sarvika)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help