Seorang Pelaku Perusakan Stadion Jakabaring Nangis di Kantor Polisi, Ini Alasannya

Empat pelaku perusakan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, ditangkap aparat Polresta Palembang.

Seorang Pelaku Perusakan Stadion Jakabaring Nangis di Kantor Polisi, Ini Alasannya
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat mengintrogasi dua pelaku perusakan stadion GLora Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (23/7/2018)(KOMPAS.com/ Aji YK Putra) 

EMPAT pelaku perusakan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, ditangkap aparat Polresta Palembang.

Seorang remaja pelaku perusakan menangis setelah tahu ditetapkan sebagai tersangka perusakan Stadion Jakabaring oleh Polresta Palembang.

Baca: Sriwijaya FC Diminta Perbaiki Stadion Jakabaring

"Kenapa?" tanya Kapolda Sumatera Selatan Irjen Zulkarnain Adinegara kepada remaja itu, Senin (23/7/2018).

Remaja tersebut terus menunduk sambil mengusap-usap matanya.

Baca: 27 Hari Menuju Asian Games, Stadion Jakabaring Rusak

"Kerjanya tukang parkir," tambah Zulkarnain.

Bersama ketiga temannya, remaja tersebut ditangkap usai kericuhan yang terjadi di Stadion Jakabaring.

Dari empat orang yang ditangkap, hanya dua yang terbukti merusak stadion.

"Empat yang diamankan saat itu kan pada berlarian. Lalu dua yang terpenuhi sebagai tersangka. Yang dia itu, satu berkelahi, satu lagi menghidupkan mercon, juga ditangkap saat itu," ungkapnya.

Sementara itu, pelaku lainnya mengaku merusak bangku stadion karena kesal terhadap manajemen Sriwijaya FC yang kerap menjual pemain bintang hingga berbuntut pada kekalahan dari Arema di kandang sendiri.

"Gara-gara SFC kalah. Kesal ke manajemennya. Pemain yang bagus-bagus banyak keluar," tutur Zulkarnain menirukan jawaban pelaku.

Saat ini, polisi masih memburu puluhan orang lain yang terekam CCTV saat merusak Stadion Jakabaring karena kesal dengan penampilan Sriwijaya FC. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pelaku Perusakan Stadion Jakabaring Menangis di Kantor Polisi"

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help