KLB ISPA di Bogor

Polusi Udara Sebabkan Ribuan Warga di Tiga Kecamatan Terjangkit ISPA

Sebab, banyak truk hilir mudik sehingga polusi udara membuat warga lebih cepatr kena ISPA.

Polusi Udara Sebabkan Ribuan Warga di Tiga Kecamatan Terjangkit ISPA
Tribun Bogor
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabuapten Bogor, Erwin Suriana 

WARTA KOTA, BOGOR - Ribuan warga Kabupaten Bogor saat ini tengah diserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA).

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, total yang terkena ISPA pada saat ini mencapai 5.110 dengan rincian di Kecamatan Parung Panjang di semester satu tahun 2018 ada sebanyak 79 orang, Rumpin 2.900 orang, dan Gunung Sindur 2.131 orang.

Baca: Massa AGJT Demo di Kantor Bupati Bogor Minta Tiga Kecamatan Jadi Jalur Bebas Truk Tambang

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes), Erwin Suriana menegaskan, Pemkab Bogor akan bertanggungjawab dengan memberi pelayanan kesehatan kepada warga agar kondisinya kembali pulih.

Menurutnyaa,  sejauh ini Pemkab Bogor telah memfasilitasi kesehatan masyarakat melalui puskesmas yang ada di tiga kecamatan tersebut.

Di setiap kecamatan, lanjutnya, ada puskesmas utama dan puskesmas pembantu.

"Untuk sarana prasarana sudah memadai hanya saja tinggal masyarakatnya harus berani lapor ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (24/7/2018).

Selain itu, kata dia, dengan tersedianya fasilitas kesehatan itu, masyarakat diimbau agar tak memikirkan biaya untuk bisa mendapatkan perawatan medis.

"Jangan berpikir soal pembiayaannya bagaimana, karena sudah dijamin BPJS, terutama masyarakat miskin," tuturnya.

Tingginya angka penderita ISPA diduga akibat debu polusi yang cukup tinggi diaerah yang dijadikan lokasi lintasan truk tambang seperti di Parung panjang, Rumpin, dan Gunung Sindur.

Sebab, banyak truk hilir mudik sehingga polusi udara membuat warga lebih cepatr kena ISPA.

sejumlah warga yang tergabung dalam  Aliansi Gerakan Jalur Tambang (AGJT) sudah menyarakan askinya ke kantor Pemerintah Kabupuaten Bogor.

Mereka menilai bahwa adanya lalu lalang kendaraan tambang selama 24 jam tersebut berdampak pada kerusakan infrastruktur jalan dan timbulnya penyakit ISPA. (Mohamad Afkar Sarvika)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help