Menang Banding, Warga Bukit Duri Menagih Janji Gubernur DKI Bangun Kampung Susun

Setelah memenangkan gugatan class action warga Bukit Duri menanti janji Gubernur DKI membangun kampung susun manuasiawi.

Menang Banding, Warga Bukit Duri Menagih Janji Gubernur DKI Bangun Kampung Susun
Warta Kota/Joko Supriyanto
Sejumlah perwakilan warga Bukti Duri, Jakarta Selatan menyampaikan keterangan terkait kemenangan gugatan class action Pengadilan Negeri Jakarta di Kantor Ciliwung Merdeka, Selasa (24/7/2018). 

WARTA KOTA, MATRAMAN---Setelah Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta memenangkan gugatan class action warga Bukit Duri, Jakarta Selatan, warga menanti janji Gubernur DKI membangun kampung susun manuasiawi.

Dalam putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No.192/Pdt/2018/PT.DKI, Jo. No 262/Pet.G/Class Action/2016/PN.Jkt.Pst, menyatakan pemerintah rupanya telah alpa dan lupa bahwa mandat utama dalam pembangunan kota, seharusnya tetap memperhatikan kondisi ekonomi, sosial dan budaya warga khususnya warga terdampak seperti di Bukit Duri.

Baca: Status Kependudukan Warga Bukit Duri Masih Tetap seperti Sedia Kala

Terlebih mandat dalam UU Pengadaan Tanah jelas bahwa warga terdampak harus mendapatkan kompensasi yang adil dan berkemanusiaan.

"Setelah kami memenangkan class action di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Oktober tahun lalu, diajukan banding oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWCC) dan baru kemarin kami dapat pemberitahuan putusan itu mengukuhkan kemenangan warga Bukit Duri," kata Ketua Komunitas Ciliwung Merdeka, Sandyawan Sumardi, di Kantor Ciliwung Merdeka, Selasa (24/7/2018).

Baca: Warga Bukit Duri Ingin Shelter Sementara Tetap Layak

Maamaru, warga, mengatakan, demi pembangunan kota, kebijakan pemerintah kota sadar tidak sadar justru telah merebut hak berkota warga miskin kota.

Kebijakan penataan kota seringkali menghilangkan jasa para pelaku sejarah pembangunan kota.

Bisa jadi banyak orang beranggapan bahwa kontribusi masyarakat Bukit Duri minim.

Pada kenyataannya roda dan gerak pembangunan Jatinegara sudah begitu lama dan banyak ditopang oleh keringat para pekerja di Bukit Duri.

Baca: Kasus Gugatan Warga Bukit Duri, BBWSC Sedang Rundingkan Memori Banding

"Saya ini pertama kali ke Bukit Duri itu tahun 1958, hampir 60 tahun kondisi jalan itu sudah mulus, dan rumah penduduk disekitar sudah padat, pinggir kali sudah padat," kata Maamaru.

Maamaru mengatakan, warga Bukit Duri bukan pendatang lagi karena sudah menghuni di lokasi tersebut bertahun-tahun lalu.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved