Lapas Cibinong Adakan Kejar Paket A, B, C untuk Warga Binaan

Kami wajib memberikan kesempatan kepada mereka untuk merasakan pendidikan, sama dengan orang lain yang berada di luar Lapas

Lapas Cibinong Adakan Kejar Paket A, B, C untuk Warga Binaan
Tribun Bogor
Penghuni Lapas pondok Rajeg, Kabupaten Bogor mengikuti program pendidikan paket A, B dan C 

WARTA KOTA, BOGOR - Bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2018/2019, puluhan warga binaan Lapas Kelas IIA Cibinong ikuti program pendidikan formal.

Berbekal kerja sama dengan Sekolah Master Indonesia dan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM), Lapas Cibinong telah mengelola tiga kelompok belajar, antara lain paket A, B, dan C sesuai dengan ijazah terakhir yang dimiliki oleh warga binaan.

Baca: Emak-Emak Jadi Pemicu Keributan Saat Laga Berlangsung di Sidoarjo

Kepala Lapas Cibinong, Agung Krisna mengatakan, program pendidikan bagi warga binaan dilaksanakan sebanyak empat kali dalam seminggu setiap hari Senin sampai Kamis mulai pukul 09.30 hingga pukul 11.30 WIB di Aula Sahardjo dan laboratorium komputer Lapas Cibinong.

"Ada 53 orang warga binaan yang mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 10 orang mengikuti Kejar Paket A, 21 orang mengikuti Kejar Paket B dan 22 orang mengikuti Kejar Paket C," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (24/7/2018).

Baca: VIDEO: Patroli Polisi Jambi Hentikan Pemotor Tiga Penumpang, Ternyata Sedang Bonceng Jenazah

Ia menjelaskan, para tutor atau pengajar yang terlibat bukan hanya berasal dari Sekolah Master Indonesia, namun pihaknya juga memberdayakan petugas dan warga binaan lain yang menguasai materi pelajaran, memiliki kemampuan dan pengalaman mengajar sebelumnya.

"Peserta kegiatan belajar ini pun tak mengenal batas usia, siapapun bisa mengikuti program pendidikan mulai dari napi yang berusia 18 tahun sampai dengan 40 tahun dan tidak dipungut biaya," terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa mengenyam pendidikan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi oleh negara, terutama bagi anak-anak yang masih berusia sekolah.

"Kami wajib memberikan kesempatan kepada mereka untuk merasakan pendidikan, sama dengan orang lain yang berada di luar Lapas," katanya.

Sehingga, lanjut dia, waktu mereka yang dihabiskan di Lapas tidak menjadi sia-sia dan ada hasil yang akan dibawa sekembalinya mereka ke lingkungan masyarakat nantinya.

"Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menyiapkan bekal kehidupan dan penghidupan bagi warga binaan Lapas Cibinong. Saya sangat berharap ketika mereka bebas dari Lapas Cibinong nantinya tidak hanya membawa surat bebas saja namun juga ijazah sebagai tanda bukti kelulusan," jelasnya.

"Semoga ilmu pengetahuan dan ijazah tersebut dapat bermanfaat bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, dan dapat hidup semakin sejahtera sehingga tidak ada keinginan lagi untuk melakukan perbuatan melanggar hukum," tambahnya. (Mohamad Afkar Sarvika)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved