Borussia Dortmund Mampu Kalahkan Master Gegenpressing

Favre engganti sembilan pemain starter saat turun minum, untuk menyesuaikan dengan taktik gegenpressing (counter attack).

Borussia Dortmund Mampu Kalahkan Master Gegenpressing
Mirror
Liverpool Vs Borussia Dortmund 

PERMAINAN counter-attack (serangan balik) Borussia Dortmund berhasil membawa klub Jerman tersebut menang 3-1 atas Liverpool, dalam laga International Champions Cup (ICC), Senin (23/7/2018).

Padahal di babak pertama Die Borussen tertinggal 0-1.

Hanya saja, Lucien Favre, Pelatih Dortmund, melihat kemenangan itu bukan semata karena skuadnya bermain bagus, melainkan karena lini pertahanan Liverpool juga bermain buruk di babak kedua. Setidaknya Favre tak mau sesumbar kehebatan timnya.

Bisa jadi, pelatih baru Dortmund ini sudah mengamati permainan Liverpool di babak pertama, dan mengubah taktik di babak kedua.

Dia mengganti sembilan pemain starter saat turun minum, untuk menyesuaikan dengan taktik gegenpressing (counter attack) yang akan mereka mainkan.

Kehadiran Christian Pulisic dan Marcel Schmelzer memungkinkan Dortmund menekan Liverpool dari sisi sayap.

Baca: Hamish Daud Akui Sulit Berselancar Bawa Obor Asian Games

Kedua pemain ini berkali-kali berhasil menembus lini pertahanan klub Inggris tersebut.

Uniknya, gegepressing adalah "merek dagang" Juergen Klopp, Pelatih Liverpool.

Dia menemukan gaya khas itu ketika melatih Dortmund, kemudian membawanya ke Liverpool.

Maka, kemarin adalah pertunjukan gegenpressing versus gegenpressing, namun ternyata Favre bisa "mengalahkan" Klopp, si "master of gegenpressing".

"Liverpool bisa saja menang 3-0, karena terus menekan kami. Kami sangat kesulitan tadi. Tiba-tiba pemain saya terbangun dan menyerang," tandas Favre yang dilansir laman RN.

Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Selasa (24/7/2018)

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved