Tokoh Masyarakat dan Lintas Agama Kecewa terhadap Penjabat Wali Kota Bekasi

"Tentu ada rasa kecewa, padahal kami sudah mendapat persetujuan bakal diterima pukul 07.30," kata Abdul Manan.

Tokoh Masyarakat dan Lintas Agama Kecewa terhadap Penjabat Wali Kota Bekasi
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Abdul Manan sedang memberikan keterangan pers soal kekecewaan tokoh masyarakat dan lintas agama karena tidak bisa bertemu dengan Penjabat Wali Kota Bekasi, Ruddy Gandakusumah, Senin (23/7/2018). 

WARTA KOTA, BEKASI--- Sebanyak 40 tokoh masyarakat dan lintas agama di Kota Bekasi kecewa kepada Penjabat Wali Kota Bekasi, Ruddy Gandakusumah.

Alasannya, keinginan para sesepuh di Kota Patriot untuk bertemu Ruddy tidak terlaksana karena penjabat Wali Kota Bekasi itu sedang keluar kota.

Padahal para tokoh masyarakat dan lintas agama tersebut sudah menyampaikan keinginannya beberapa waktu lalu lewat aparatur pemerintahan.

"Tentu ada rasa kecewa, padahal kami sudah mendapat persetujuan bakal diterima pukul 07.30," kata Abdul Manan, tokoh masyarakat, di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (23/7/2018).

Baca: Jabatan Sekretaris Daerah Kota Bekasi Diproyeksikan Kosong Empat Bulan

Dalam kesempatan itu, Manan juga mengkritisi sikap para petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan keamanan setempat yang tidak mengizinkan para tokoh masuk ke dalam Kantor Plaza Pemerintah Kota Bekasi.

Mereka disuruh menunggu karena bersamaan dengan apel upacara aparatur di Plaza Pemerintah Kota Bekasi.

Seharusnya, kata dia, para tokoh diperkenankan masuk mengingat usia mereka sudah melebihi paruh baya.

"Seharusnya kalau ulama, yah kita diperkenankan masuk. Tapi mungkin karena aturan atau tidak tahu siapa yang datang, sampai tidak dibolehkan masuk," ujarnya.

Menurut dia, hal tersebut sebetulnya tidak sopan mengingat yang datang adalah tokoh masyarakat dan lintas agama, termasuk para ulama.

Baca: Ruddy Gandakusumah: Hari Kebangkitan Nasional Jadi Ajang Menyiapkan Generasi Andal dan Kompetitif

Dia menganalogikan keberadaan ulama seperti seseorang memotong kayu menggunakan sebilah gergaji pada zaman dahulu.

Sebatang kayu akan berhasil dipotong jika dua orang yang memegang gergaji dalam posisi berlawanan  bekerjasama.

Perumpamaan itu, kata dia, mirip dengan struktur pemerintahan yang ada.

"Pembangunan akan berjalan baik bila pemerintah menjalin kerjasama dengan menjaga silaturahmi bersama ulama," kata lelaki yang menjabat sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi ini. 

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved