Pengelola GOR Bulungan Pusing Masalah PKL

Pada awal Agustus, seluruh renovasi lapangan bola voli akan selesai dan siap menjadi venue resmi ajang Asian Games 2018.

Pengelola GOR Bulungan Pusing Masalah PKL
Warta Kota
Ilustrasi. Belasan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Bulungan dan Jalan Mahakam, Kelurahan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

KEPALA UPT Gelanggang Olahraga Jakarta Selatan atau biasa disebut GOR Bulungan, Reinhard Pangaribuan memastikan, awal Agustus, seluruh renovasi lapangan bola voli akan selesai dan siap menjadi venue resmi ajang Asian Games 2018.

Namun, ada satu masalah yang masih belum terselesaikan hingga kini.

Di sisi gedung utama, terdapat sejumlah pedagang yang menggelar dagangannya.

Reinhard bilang sebelumnya, pedagang menolak untuk dilakukan penataan oleh Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan.

"Saya sedang mengajak rembugan pedagang ini mau ditempatkan di mana. Yang pasti, bukan di lokasi sekarang, karena lahan itu akan dibuat taman sebelum Asian Games dimulai," kata Reinhard, Senin (23/7/2018).

"Saya ada opsi pindahkan mereka sementara ke bagian belakang, di dekat masjid. Tapi, waktu itu, pak Wagub DKI bilang, sebaiknya pedagang di depan. Ini saya lagi nunggu dari INASGOC apakah boleh pedagang jualan di dekat sini. Karena dari aturan yang saya baca, pedagang yang jualan serupa dengan sponsor hanya boleh dagang di radius 500 meter," katanya.

Reinhard memastikan, pada awal Agustus penataan di GOR Bulungan sudah selesai dan siap digunakan. "Untuk pedagangnya Rabu besok akan mulai kami tata," kata Reinhard

Sebelumnya, pada kunjungan ke GOR Bulungan itu April lalu, Sandiaga Uno sempat mencoba venue tersebut. Sandi juga memastikan venue tersebut akan selesai renovasi jelang Asian Games dimulai.

Sandi juga berharap kehadiran sarana olah raga menjadi magnet bisnis baru. Ramainya aktivitas olahraga dipastikan bakal meningkatkan ekonomi kerakyatan yang digagas Pemprov DKI.

"Ini yang kita lagi bicara dalam satu lokasi enggak boleh hanya sektor olahraga saja, tapi juga menggabungkan kepada UMKM, kewilayahan juga, juga nanti dilihat daripada lalinnya, (jalan) selama ini dipakai untuk parkir," ujar Sandi.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved