Home »

News

» Jakarta

Kekerasan Seksual terhadap Anak

Herman Alias Buyung Pernah Menculik dan Memerkosa Anak Tahun 2011, Dipenjara 5 Tahun

Herman pun mengaku bahwa dirinya memerkosa korban anak perempuan setiap malam. Sedangkan korban bocah laki-laki disuruh mengemis.

Herman Alias Buyung Pernah Menculik dan  Memerkosa Anak Tahun 2011, Dipenjara 5 Tahun
Warta Kota/Rangga Bhaskoro
Herman, diduga tersangka pelaku penculikan anak. Dia pernah melakukan penculikan dan pemerkosaan anak pada tahun 2011. 

WARTA KOTA, TANAH ABANG--- Tersangka pelaku penculikan anak, Herman alias Buyung (37),  sudah dua kali  melakukan aksinya.

Sebelum melakukan  penculikan terhadap bocah PA (5), pedagang asongan, dia pernah dipenjara untuk kasus sama pada tahun 2011.

Bahkan, dua bocah yang diculiknya yaitu laki-laki dan perempuan,  diperkosanya.

"Korban dicabuli, yang laki-laki disodomi," kata Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono saat dikonfirmasi, Senin (23/7).

Menurutnya, kedua korban itu juga dibawa Herman ke kampung halaman di Pariaman, Padang, Sumatera Barat. Atas kasus penculikan dan pencabulan itu, Herman masuk bui selama 5 tahun penjara.

Baca: Pelaku Pembunuhan dan Perkosaan Anak 13 Tahun di Cengkareng Tertangkap, Diduga Teman Ayah korban

Saat kasus penculikan tersebut terungkap, Herman pun mengaku bahwa dirinya memerkosa korban anak perempuan setiap malam. Sedangkan korban bocah laki-laki disuruh mengemis.

Namun, mendekam di balik jeruji besi akibat tindakan kekerasan seksual terhadap anak dan memerkerjakan anak di bawah umur, tak membuat Herman kapok.

Dia kembali menculik anak perempuan, PA. Modus penculikan yang dilakukan Herman dengan cara mengiming-imingi PA memberikan es krim.

Kemudian Herman membawa kabur korban dari kediamannya di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018)

Menurut Lukman Cahyono, penyidik masih mendalami soal dugaan korban penculikan dan tindakan kekerasan seksual terhadap anak  tersebut.

Dia menambahkan, pemeriksaan sementara, Herman memaksa PA mengemis agar bisa mendapat uang untuk membawa kabur PA ke kampung halamannya.

Baca: Pelaku Penculikan Anak di Penjaringan ini Diringkus Polisi, Korban Sempat Dijual di Banten

Kasus penculikan tersebut baru terungkap setelah ada laporan dari Polres Pariaman ke Polsek Tanah Abang tentang aduan masyarat terkait kasus penculikan anak yang diduga dilakukan Herman.

Penculikan itu dilaporkan oleh nenek korban, Sukana, pada 14 Juli 2018. Kemudian berdasarkan  laporan itu, polisi  mencocokkan kasus laporan anak hilang  sebelumnya.

Setelah itu, polisi langsung menangkap Herman saat bersama korban di Pariaman, Padang, Sumatera Barat, Jumat (20/7/2018).

Atas perbuatannya itu, Herman dijerat Pasal 83 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana tiga tahun penjara.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help