Dua Spesialis Ranmor Ditembak Mati saat Panik Melihat Polisi Gelar Razia

Kedua pelaku yakni FR (35) dan IS (43) yang merupakan komplotan begal yang berasal dari Lampung tersebut tewas tertembak

Dua Spesialis Ranmor Ditembak Mati saat Panik Melihat Polisi Gelar Razia
Warta Kota/Joko Supriyanto
Kapolsek Sawah Besar Kompol Mirzal Maulana (tengah) menujukan barang bukti kejahatan dalam kasus pencurian kendaraan bermotor. Minggu (22/7). 

DUA pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor terpaksa harus dilumpuhkan petugas Kepolisian Sektor Sawah Besar karena melakukan perlawanan saat akan dilakukan penangkapan.

Kedua pelaku yakni FR (35) dan IS (43) yang merupakan komplotan begal yang berasal dari Lampung tersebut tewas tertembak di bagian dada saat mencoba menembak anggota polisi yang akan melakukan pengejaran.

Kapolsek Sawah Besar Kompol Mirzal Maulana, mengatakan bahwa peristiwa penangkapan tersebut bermula ketika Polsek Sawah Besar tengah melakukan razia pada Sabtu (21/7) pukul 03.00, di Jalan Industri Raya, Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

"Saat itu kita sedang menggelar razia cipkon sesuai atensi Kapolda melalui Kapolres di wilayah Sawah Basar. Tiba-tiba saja saat itu ada pengendara sepeda motor Honda Vario B 3914 PDE yang berboncengan dan langsung berbalik arah lalu kabur menghindari razia," kata Mirza di Polsek Sawah Besar, Minggu (22/7/2018).

Melihat reaksi mencurigakan terhadap kedua pria tersebut, anggota kepolisian yang berada di tempat kejadian langsung berupaya melakukan pengejaran.

Namun justru saat dilakukan pengejaran, salah seorang pria yang dibonceng mengeluarkan sepucuk senjata api dan mengarahkan kepada petugas, lalu melakukan tembakan.

Namun beruntung tembakan yang dikeluarkan sebanyak dua kali tersebut tidak mengenai petugas.

Melihat aksinya pelaku, anggota lain melakukan pengejaran, dikarenakan melakukan perlawanan petugas pun akhirnya terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kedua pelaku. Hingga akhirnya kedua pelaku tersungkur bersimbah darah.

"Saat akan ditangkap keduanya malah menembak dua kali ke arah petugas. Karena dinilai membahayakan, sehingga kepada keduanya pun langsung diberikan tindakan tegas dan terukur hingga akhinya membuat keduanya meninggal dunia," katanya.

Setelah dilakukan penyisiran di TKP, ditemukan barang bukti berupa senjata api rakitan (senpira) jenis revolver berwarna silver dengan lima peluru amunisi caliber 38 milimeter yang dua diantaranya telah diletuskan untuk menembak ke arah petugas.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help