Pilpres 2019

TGB: Jangan Gunakan Ayat-ayat Perang dalam Kontestasi Politik

Menurut TGB, semua pasangan calon yang hendak maju dalam helatan Pilpres 2019 nanti, adalah kandidat-kandidat terbaik yang dimiliki Indonesia.

TGB: Jangan Gunakan Ayat-ayat Perang dalam Kontestasi Politik
Warta Kota/Alex Suban
Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi yang bergelar Tuan Guru Bajang seusai berkunjung di Kantor Redaksi Warta Kota Tribun Network, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018) sore. 

GUBERNUR Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, mengkritisi pihak-pihak yang menyebut dirinya kafir karena mendukung Presiden Joko Widodo dalam Pemilu 2019.

"Saya sih mendoakan saja ya, bahwa hati-hati ketika kita mengkafirkan orang yang tidak kafir, itu kembali ucapan kepada kita. Jangan gunakan ayat-ayat perang dalam kontestasi politik," ucap TGB di RM Taliwang Bersaudara, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (20/7/2018).

TGB menyarankan, perbedaan pilihan politik seharusnya tidak boleh melahirkan fatwa-fatwa keagamaan yang menganggap orang lain yang berbeda pilihan itu menjadi hilang kadar kemuslimannya.

Baca: Dianggap Tak Kuasai Persoalan Ekonomi, TGB Bilang Begini

"Apalagi dianggap tidak memiliki komitmen kepada Islam, apalagi disebut munafik, itu tidak boleh. Kenapa? Karena kontestasi kepemimpinan di Indonesia ini adalah kontestasi yang kerangkanya Fastabiqul Khairat. Berlomba dalam kebaikan," tuturnya.

Menurut TGB, semua pasangan calon yang hendak maju dalam helatan Pilpres 2019 nanti, adalah kandidat-kandidat terbaik yang dimiliki Indonesia.

Jadi, sudah seharusnya perbedaan pilihan politik, kata TGB, harus dimaknai dengan rukun. Jangan kemudian merusak hubungan persaudaraan antar bangsa. (Ilham Rian Pratama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help