Ali Mochtar Ngabalin Mundur dari Kepengurusan Golkar setelah Dapat Kursi Empuk BUMN

Angkasa Pura I telah melakukan kekerasan dan tindakan yang dinilai melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) untuk masyarakat di Kulon Progo.

SETELAH kroni Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ali Mochtar Ngabalin mendapatkan hadiah jabatan empuk, sejumlah kalangan menyorotinya.

Pasalnya, Angkasa Pura I telah melakukan kekerasan dan tindakan yang dinilai melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) untuk masyarakat di Kulon Progo.

Di saat yang sama, Ngibalin menerima jabatan kursi yang empuk tersebut.

Suasana itu tentu saja dianggap tidak kondusif apalagi Jokowi memberikan jabatan empuk untuk kroninya di saat rakyat Kulon Progo menjerit.

Sebelumnya, Ali Mochtar Ngabalin adalah salah satu pendukung setia Prabowo Subianto, kemudian lompat ke Partai Golkar dari sebelumnya di Partai Bulan Bintang (PBB) besutan Yusril Ihza Mahendra.

Sementara itu, dalam liputan Kompas TV, setelah mendapatkan jabatan sebagai Komisaris Angkasa Pura, Ali Mochtar Ngabalin resmi mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar sekaligus caleg dari partai berlambang pohon beringin itu.

Surat pengajuan mundurnya ngabalin dari kepengurusan DPP Partai Golkar dan sekaligus caleg, resmi diberikan kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, ngabalin mengaku memilih mengemban jabatan sebagai Komisaris Angkasa Pura, membantu Presiden Jokowi setelah dirinya terpilih.

pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah relawan menerima jabatan empuk.

Selama roda pemerintahan ini berjalan, kontroversi pun menyeruak seputar penunjukan komisaris badan usaha milik negara (BUMN).

Pengamat BUMN, Said Didu, mempertanyakan pola rekrutmen yang dilakukan dalam seleksi komisaris BUMN, saat ini.

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved