Pilpres 2019

AHY: 40 Persen Undecided Voters Menunggu Calon Alternatif

Agus mengkritik penerapan Presidential Threshold 20 persen sebagai syarat koalisi partai bisa mengajukan capres dan cawapres.

AHY: 40 Persen Undecided Voters Menunggu Calon Alternatif
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto meninggalkan RSPAD Gatot Soebroto didampingi Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Jakarta, Rabu (18/7/2018). Kedatangan Prabowo untuk menjenguk Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang sedang dirawat. 

KETUA Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, dalam berbagai survei, sebanyak sekitar 40 persen pemilih masih menunggu calon alternatif.

AHY mengatakan, Partai Demokrat berharap bisa memberi alternatif bagi masyarakat di Pilpres 2019. Namun, putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menegaskan sulit bagi Partai Demokrat mewujudkan hal itu.

“Kita lihat dalam berbagai survei ada sekitar 40 persen ‘undecided voters’ (belum menentukan pilihan) yang masih menunggu alternatif, tapi Partai Demokrat sulit untuk mewujudkan itu karena hanya memiliki modal suara 10 persen,” tuturnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (20/7/2018).

Baca: Spanduk Bergambar Dirinya dan Putra SBY Beredar, Sandiaga Uno: AHY Memang Pemimpin Milenial

Oleh karena itu, Agus mengkritik penerapan Presidential Threshold 20 persen sebagai syarat koalisi partai bisa mengajukan capres dan cawapres.

Menurutnya, sistem tersebut menghambat munculnya alternatif selain kubu yang diprediksi masih akan sama seperti Pilpres 2014 lalu, yaitu Joko Widodo melawan Prabowo Subianto.

“Presidential Threshold yang sekarang hanya mengakomodir dua atau tiga paling banyak paslon, dan kami memang merasa hal itu tidak adil, karena tiket mengajukan paslon menggunakan hasil Pilpres sebelumnya,” kritik Agus.

Baca: Prabowo Subianto Puji AHY: Gimana? Kalau dari Segi Ganteng Sudah Cocok Kan?

Oleh sebab itu, Agus mengakui Partai Demokrat masih terus berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk menjajaki segala kemungkinan.

Partai Demokrat diketahui pernah menjalin komunikasi politik terkait pilpres dengan kedua kubu tersebut.

“Kami masih berkomunikasi dengan semua elemen, karena untuk maju pilpres kita tidak hanya butuh popularitas, tapi butuh tiket yang disediakan parpol itu,” ucapnya. (Rizal Bomantama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved