Rizal Ramli: Jokowi Payah dalam Bidang Ekonomi

Oleh karena itu, Rizal Ramli yang juga mencalonkan diri sebagai capres 2019, bertekad bila dirinya terpilih, akan menghapus sistem kuota tersebut.

Rizal Ramli: Jokowi Payah dalam Bidang Ekonomi
TRIBUNNEWS/RINA AYU
Rizal Ramli dalam sebuah diskusi di hotel bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2018). 

EKONOM senior Rizal Ramli menilai sistem perekonomian yang selama ini dijalankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) payah.

Hal itu lantaran harga kebutuhan pokok di Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan harga internasional. Terbaru, nilai tukar rupiah menembus angka 14.519 per dolar AS.

"Mohon maaf, Pak Jokowi dalam bidang ekonomi payah, dalam bidang infrastruktur hebat sekali," ujar Rizal Ramli di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (20/7/2018).

Baca: Rizal Ramli: Kalau Jokowi Jatuh yang Naik Jusuf Kalla, Dia Lebih Berbahaya Lagi

"Kan enggak masuk akal, harga-harga di Indonesia dua kali daripada di luar negeri, padahal rakyatnya miskin. Misalnya harga gula dua kali dari harga internasional, harga daging dua kali, harga bawang putih dua kali, harga segala macem dua kalinya," tutur mantan Menko Kemaritiman tersebut.

Rizal Ramli melihat hal itu bisa terjadi, lantaran kebutuhan pokok yang menjadi perioritas impor tersebut kini dikuasai pemegang kuota kartel.

Oleh karena itu, Rizal Ramli yang juga mencalonkan diri sebagai capres 2019, bertekad bila dirinya terpilih, akan menghapus sistem kuota tersebut.

Baca: Jika Jadi Presiden, Rizal Ramli Bakal Kucurkan Rp 40 Triliun ke Partai Politik

"Kita ubah sistemnya, kita sikat ini, kartel ini," tegas Rizal Ramli.

Rizal Ramli juga melihat permasalahan tersebut menciptakan ketergantungan impor yang permanen bagi Indonesia.

"Itulah kenapa dari impor bawang putih aja pengusaha untungnya bisa Rp 19 triliun, sogok pejabat, ini kita akan berantas semua," ucap Mantan Menko Perekonomian itu.

Baca: Rizal Ramli: Saya Enggak Kenal Aktivis 98 yang Nongol di TV

Menurut Rizal Ramli, ketergantungan impor sulit dihilangkan, lantaran selama ini pejabat negara masih doyan sogok sana sogok sini.

"Ini lah sistem yang merusak bangsa kita. Sayangnya pemerintah enggak berani sama mereka, karena keuntungan besar, dan dibagi tokoh-tokoh, pejabat, dan sebagainya," beber Rizal Ramli. (Yanuar Nurcholis Majid)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help