Rebut Senjata Polisi, Komplotan Rampok Remaja Bersenjata Parang Ditembak Mati

Polrestro Tangerang berhasil membongkar komplotan rampok yang dipersenjatai parang. Kawanan penjahat ini masih tergolong remaja.

Rebut Senjata Polisi, Komplotan Rampok Remaja Bersenjata Parang Ditembak Mati
Warta Kota/Andika Panduwinata
Polrestro Tangerang berhasil membongkar komplotan rampok yang dipersenjatai parang. Kawanan penjahat ini masih tergolong remaja. 

JAJARAN Polrestro Tangerang berhasil membongkar komplotan rampok yang dipersenjatai parang. Kawanan penjahat ini masih tergolong remaja.

Mereka di antaranya M (19), A (19) dan G (18). Dua dari tiga pelaku berhasil diringkus, satu di antaranya ditembak mati lantaran berupaya melawan petugas.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakapolrestro Tangerang, AKBP Harley Silalahi.

Ia menjelaskan, tersangka M mendekam di tahanan Mapolrestro Tangerang, A masih dalam pencarian, sedangkan G tewas ditembak mati polisi.

"Saat dalam perjalanan untuk menangkap DPO, pelaku G melakukan perlawanan dengan merebut senjata anggota kemudian melaksanakan tindakan tegas sehingga meninggal dunia," ujar Harley saat jumpa pers di RSUD Tangerang, Jumat (20/7/2018).

Menurutnya, ikhwal kasus ini berawal saat pelaku melancarkan aksinya di rumah makan Ayam Plosok, Cipondoh, Kota Tangerang pada Sabtu (14/7/2018).

Saat itu, pemuda tanggung yang selalu beraksi menggunakan parang ini merampok ketika rumah makan sedang dalam keadaan tidak beroperasi atau tutup yaitu sekitar pukul 22.00 WIB.

Harley menerangkan, dari aksi yang terekam CCTV tersebut, para pelaku berhasil menggondol satu kotak amal beserta isinya dan 15 tabung gas elpiji.

"Ini barang bukti mereka ambil dari satu TKP saja yaitu gas dan kotak amal dari rumah makan di Cipondoh," ucapnya.

Ia menambahkan, jaringan perampok yang mengaku telah beraksi empat kali ini menyasar segmen rumah makan. Sekaligus juga membidik sepeda motor untuk digasak.

"Tersangka beraksi selalu bertiga. Cara mereka adalah yang satu menunggu di luar, ada yang masuk ke dalam dan ada yang mengamati," kata Harley.

Di waktu yang bersamaan, pelaku M mengaku bahwa uang hasil kejahatannya untuk dipakai membeli smartphone.

"Saya cuma nunggu doang. Uangnya kalau sekali aksi dapat Rp 198 ribu buat beli HP," ungkap tersangka berusia 19 tahun ini.

Kini, jasad pelaku G masih berada di RSUD Tangerang. M yang berhasil ditangkap dan rekannya A yang masih diburu dijerat Pasal 363 Ayat 2 Tentang Pencurian dengan Pemberatan.

"Ancam hukumannya penjara maksimal 9 tahun," papar Harley. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help