Home »

News

» Jakarta

Puluhan PSK Berteriak Histeris ketika Dirazia Petugas Satpol PP di Jalan Tubagus Angke

Ketika dijaring paksa oleh petugas para wanita itu histeris lantaran enggan dibawa untuk diperiksa.

Puluhan PSK Berteriak Histeris ketika Dirazia Petugas Satpol PP di Jalan Tubagus Angke
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Petugas Satpol PP saat merazia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari. 

MALAM hari, sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat masih diramaikan dengan keberadaan Wanita Tuna Susila (WTS).

Keberadaannya yang telah melahirkan keresahan masyarakat, membuat puluhan personel Satpol PP merazianya, pada Kamis - Jumat (19-20/7/2018), dinihari.

Ketika dijaring paksa oleh petugas para wanita pemuas birahi lelaki hidung belang itu histeris lantaran enggan dibawa untuk diperiksa.

Petugas Satpol PP saat merazia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari.
Petugas Satpol PP saat merazia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Tidak hanya itu ada beberapa dari mereka yang akan dibawa, nekat melompat dari mobil petugas.

"Rata-rata, para PSK (Pekerja Seks Komersial) Ini berusia 20 tahunan. Ada juga yang berusia tua sekitar 40 tahun ke atas. Mereka, menahun lebih menjajakan dirinya ke pria hidung belang, di Jalan Tubagus Angke. Banyak laporan, yang masuk ke kami soal keberadaan mereka. Jadi, kami menggelar razia serta berhasil menjaring puluhan orang," jelasnya Kasatpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat.

Petugas Satpol PP saat merazia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari.
Petugas Satpol PP saat merazia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Menurut Tamo, sejumlah wanita penghibur itu langsung dibawa ke Panti Sosial.

Ketika razia itu berlangsung hingga usai, Tamo juga sebut tak menemukan adanya narkotika dan senjata tajam.

Seorang PSK yang berhasil dijaring petugas Satpol PP ketika razia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari.
Seorang PSK yang berhasil dijaring petugas Satpol PP ketika razia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

"Mereka pun kami amankan lalu diserahkan ke panti sosial. Dalam razia, tak ada benda-benda terlarang yang ditemukan. Baik narkotika, atau senjata tajam," jelasnya kembali.

Tamo mengatakan, apabila para WTS yang kini terjaring bukan warga asli DKI Jakarta, namun warga luar Jakarta.

Seorang PSK yang berhasil dijaring petugas Satpol PP ketika razia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari.
Seorang PSK yang berhasil dijaring petugas Satpol PP ketika razia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

"Dari hasil pemeriksaan identitas mereka juga bukanlah warga Jakarta. Tapi warga luar, yang salah satunya di Kawasan pulau Jawa. Mereka datang ke Jakarta itu untuk mengadu nasib. Di sini mereka juga tidak punya keahlian apa-apa. Tetapi, menghibur pria hidung belang saja lah kemampuan mereka."

Dalam satu bulan terakhir, paparnya, sebanyak 35 WTS berhasil terjaring. Semuanya langsung diserahkan ke panti sosial untuk bisa diberikan pembinaan.

Seorang PSK yang berhasil dijaring petugas Satpol PP ketika razia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari.
Seorang PSK yang berhasil dijaring petugas Satpol PP ketika razia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

"Namun sayang, mereka berada di panti hanya sebentar. Setelah itu, para WTS itu kembali ke pekerjaan lamanya. Bicara masalah PSK ibarat orang lagi sakit flu. Penyakitnya tak mudah lah untuk sembuh total. Datang lagi dan selalu aja datang lagi. Kami bawa ke kampung halaman, pun tidak ada anggarannya. Justru jadi PSK itu dimanfaatkan oleh mereka. Yakni mereka bisa pulang kampung dengan gratis. Lalu jika butuh uang, mereka kembali ke sini," ucapnya. (BAS)

Petugas Satpol PP saat merazia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari.
Petugas Satpol PP saat merazia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)
Petugas Satpol PP saat merazia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari.
Petugas Satpol PP saat merazia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)
Petugas Satpol PP saat merazia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari.
Petugas Satpol PP saat merazia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)
Petugas Satpol PP saat merazia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari.
Petugas Satpol PP saat merazia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)
Kasatpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat saat memberi keterangan soal razia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari.
Kasatpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat saat memberi keterangan soal razia PSK di sepanjang Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/7) dini hari. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)
Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help