Pegawai Pertamina Unjuk Rasa, Netizen Nilai Jokowi Gagal Urus BUMN

Fahri Hamzah sendiri mengaku khawatir atas kondisi BUMN yang diketahui memiliki utang memebihi utang negara saat ini.

Pegawai Pertamina Unjuk Rasa, Netizen Nilai Jokowi Gagal Urus BUMN
@fahrihamzah
Logo unjuk rasa pegawai Pertamina yang berlangsung Jumat (20/7). 

AKSI unjuk rasa yang dilakukan ratusan ribu pegawai Pertamina di sejumlah wuklayah Nusantara sejak beberapa hari lalu hingga Lingkar Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada pagi ini, Jumat (20/7/2018) menarik perhatian publik.

Banyak yang beranggapan Presiden Joko Widodo gagal dalam mengelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Komentar itu ramai dituliskan netizen menanggapi postingan Wakil Ketua dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia,

Fahri Hamzah soal aksi unjuk rasa yang dilakukan Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSBPP) pada Jumat (20/7/2018).

Salah satunya adalah Sofia. Lewat akun @sofianridha, dirinya menyindir pemerintahan Jokowi-sapaan Joko Widodo, tidak mampu mengelola Pertamina.

"Pertahankan aset Pertamina saja tidak mampu, sok2an beli saham Freeport. Minta @jokowi urusin stabilkan harga telur saja dulu, itupun belum mampu," tulisnya.

"Gali lobang ttup lobang ini mah.. cuma lobang nya udah lbih bnyak dri pada buat nutupnya," tambah Tomi Bae lewat akun @TomiBae14.

Sementara Ikhwan_rn lewat akun @rn_ikhwan berharap anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DP{R) dapat mencegah aksi penjualan saham Pertamina.

Dirinya khawatir terulang kembalinya Kasus penjualan Indosat yang terjadi pada masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri pada tahun 2002 silam.

"Maaf,apa kalian Diam di DPR sana..Sdh cukup menderita rakyat dan pekerja ini...subsidi sdh dicabut..koq bisa rugi?? Audit dong Pertamina pakai BPK?? Apa musti terjadi indosat jilid 2," tanya Ikhwan.

"Pertamina merupakan bagian dari bbrp aset BUMN yang dijual sebagaimana Indosat,Garuda Ind,dan JICT . Kalo begini terus dan dibiarkan, sampai kapanpun kemandirian Bangsa dan Ekonomi Pancasila tidak akan terwujud hanya sebatas pencitraan aja. Rakyatlah yang hrs Bergerak," tambah @Mine240172.

Namun dari pilihan komentar yang dituliskan, tidak ada komentar kontra soal unjuk rasa.

Fahri Hamzah sendiri mengaku khawatir atas kondisi BUMN yang diketahui memiliki utang memebihi utang negara saat ini.

Dirinya pun mengulang tuntutan yang disampaikan para pekerja, antara lain menolak akuisisi Pertagas oleh PGN, menolak Surat Keputusan (SK) Menteri BUMN Nomor 39 tahun 2018, Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 23 tahun 2018, menolak Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43 tahun 2018 dan Menuntut Menteri BUMN, Rini Soemarno mundur

"Tuntutan yang disampaikan, MENOLAK: 1. Akuisisi Pertagas oleh PGN; 2. SK Menteri BUMN No. 39/2018; 3. Permen ESDM No. 23/2018; 4. Perpres No. 43/2018 (Revisi PP 191/2014); 5. Menuntut Menteri BUMN mundur dari jabatanya. Pukul 08.00 wib massa bertambah 1.000 org. Demikian," tulis Fahri mengulang tuntutan pekerja. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help