Anggaran Negara Defisit, Tahun Ini APBN Perubahan Tidak Diajukan

Walau anggaran negara hingga Mei 2018 defisit sebesar Rp 94,4 triliun, pemerintah pusat tidak mengajukan APBN

Anggaran Negara Defisit, Tahun Ini APBN Perubahan Tidak Diajukan
Kompas.com
Ilustrasi. 

WALAU anggaran negara hingga Mei 2018 defisit sebesar Rp 94,4 triliun, pemerintah pusat tidak mengajukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan tahun anggaran 2018.

Lewat akun twitternya @KemenKeuRI, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia membeberkan alasannya.

"Malam #temankeu. Kali pertama dalam sejarah sejak era reformasi, pemerintah tidak mengajukan APBN Perubahan kepada @DPR_RI. Mengapa pemerintah melakukan hal tsb? Simak alasannya pada kultwit berikut!," tulis admin @KemenKeuRI pada Kamis (19/7/2018) malam.

Dalam pemaparannya, Kemenkeu menganalogikan keputusan pengajuan APBN Perubahan layaknya sebuah kapal di lautan.

Pengajuan diukur dari sejumlah faktor, khususnya kebijakan terkait fiskal selama tahun anggaran berjalan.

Baca: Terungkap Nama Cawapres yang Dampingi Prabowo Antara Lain Anies dan AHY

Baca: Zohri Awalnya Ingin Menjadi Pesepak Bola, Ia Banting Setir Jadi Pelari karena Sosok Ini

Berdasarkan kinerja, APBN tahun 2018 dapat diasumsikan membaik.

Walau dirasakan adanya defisit, terlihat adanya deviasi yang rendah antara penerimaan dengan belanja negara.

"Seperti kapal yang harus menyesuaikan dengan kondisi lautan, APBN Perubahan dilakukan karena adanya pergerakan kondisi ekonomi yg menyebabkan perubahan asumsi makro serta perubahan pokok-pokok kebijakan fiskal selama tahun anggaran berjalan," jelasnya.

"Saat ini, realisasi kinerja #UangKita dalam #APBN2018 menunjukkan perbaikan terlihat dari deviasi yang cukup kecil dari sisi jumlah penerimaan negara & belanja negara dengan realisasi defisit yg lebih rendah," tambahnya.

Realisasi defisit APBN hingga Juni 2018 dipaparkan mencapai Rp110,56 triliun atau sekitar 0,74 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Realisasi ini lebih baik dibanding capaian pada periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp175,1 T atau 1,3% dari PDB

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help