Teror di Kediaman Mardani Ali Sera, Netizen Curigai Pihak Oposisi

Pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mencari tahu pelaku serta motivasi dibalik penyerangan

Teror di Kediaman Mardani Ali Sera, Netizen Curigai Pihak Oposisi
@mardanialisera
Rumah Ketua DPP PKS Mardani Alisera di Pondokgede, Bekasi, dilempar bom molotov, Kamis (19/7/2018). 

TIDAK hanya simpati, kicauan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera terkait teror bom molotov di kediamannya kawasan Jati Makmur, Pondok Gede, Bekasi pada Kamis (19/7/2018) dini hari dipandang buruk sebagian pihak.

Netizen pun curiga, pihak yang 'nyinyir' patut diduga terlibat dalam komplotan penyerangan.

Dugaan itu disampaikan Himawan lewat akun @him_him87 merujuk pada komentar Herman Prajitno lewat akun @herwatoe pada Kamis (19/7/2018).

Herman menyebut Mardani cemen atau penakut lantaran mengumbar teror yang dialami lewat media sosial.

"Jangan2 yg nyinyir ini komplotannya.... wah," tulis Himawan menanggapi kicauan Herman, 'Politisi jaman now @MardaniAliSera mah cemen, cemen ya.. baru juga dibom molotov ributnya minta ampun, belajarlah sama mas @MRomahurmuziy berapa kali rumahnya Jogja diobrak abrik setiap pemilu ORBA'.

Tidak hanya Himawan, Andy Chandra, akun bernama @kakekpengembara serta beberapa netizen lainnya berpendapat serupa. Mereka kompak mencurigai pihak oposisi sebagai dalang dibalik teror.

"Masa org dikriminalisasi bikin lapor malah disindir2. Jangan2 dia ituuuuu," sindir Andy Chandra lewat akun @anddra23.

"Laporkan segera pa'..jangan sampe jangan-jangan,jangan-jangan," tambah @kakekpengembara.

Sementara Herry lewat akun @HerryAceh menyebut aksi teror merupakan bentuk kecemasan pihak lawan dalam persaingan politik.

Demokrasi menurutnya hanya dijadikan kedok semata.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help