Home »

News

» Jakarta

Setiap Jam, Satu dari Sembilan Anak Perempuan di Indonesia Menikah Sebelum Usia 18 Tahun

Program ‘Yes I Do’ yang diluncurkan tahun 2016 berkomitmen untuk mencegah dan menurunkan angka perkawinan anak.

Setiap Jam, Satu dari Sembilan Anak Perempuan di Indonesia Menikah Sebelum Usia 18 Tahun
hukumpedia.com
Ilustrasi mengapa perkawinan anak harus ditolak 

WARTA KOTA, PALMERAH---Perkawinan usia anak juga banyak terjadi di Indonesia.

Setiap jam, 16 anak perempuan di Indonesia (1 dari 9) menikah sebelum usia 18 tahun (UNICEF dan BPS 2016).

Ada berbagai faktor yang mendorong terjadinya perkawinan usia anak, seperti akses pendidikan seksual komprehensif yang tidak memadai, perilaku berisiko, kemiskinan, ketidaksetaraan gender, nilai budaya, agama, dan kehamilan yang tidak diinginkan.

Baca: Pelanggaran Hak Asasi Anak Perempuan: Perkawinan Usia Anak

“Yayasan Plan International Indonesia ikut berperan aktif melakukan sejumlah kegiatan bersama berbagai pihak guna mencegah perkawinan anak dan melindungi hak anak perempuan," kata Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia, Dini Widiastuti, beberapa waktu lalu.

Dini mengatakan,"Kami melakukan pendekatan berbasis masyarakat dengan menggandeng mitra-mitra dan para pemangku kepentingan (termasuk pemerintah daerah di berbagai tingkatan) yang bernama nama Komisi Perlindungan Anak Desa (KPAD).”

Baca: Apa? Pernikahan Dini di Indonesia Masih Tinggi

Program ‘Yes I Do’ yang diluncurkan tahun 2016 berkomitmen untuk mencegah dan menurunkan angka perkawinan anak, kehamilan remaja, dan praktik berbahaya bagi organ reproduksi perempuan.

Saat ini ‘Yes I Do’ menerapkan tindakan pencegahan berbasis komunitas atau KPAD di Kabupaten Rembang (Jawa Tengah), Sukabumi (Jawa Barat), dan Lombok Barat (Nusa Tenggara Barat) yang angka perkawinan anaknya cukup tinggi karena norma budaya.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help