Media Sosial

Sandiaga Uno Sebut Angka Kemiskinan Jakarta Terendah, Ahokers: Terima Kasih Pak Ahok

Postingan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno lewat akun Instagramnya @sandiuno pada Kamis (19/7/2018), menuai polemik.

Sandiaga Uno Sebut Angka Kemiskinan Jakarta Terendah, Ahokers: Terima Kasih Pak Ahok
Sandiaga Uno dan Kwik Kian Gie (Foto: print screen/Instagram/@sandiuno) 

POSTINGAN Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno lewat akun Instagramnya @sandiuno pada Kamis (19/7/2018), menuai polemik.

Sandi yang menyebut angka kemiskinan menurun, dinilai Ahokers merupakan keberhasilan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Gubernur DKI Jakarta terdahulu.

Tidak hanya menyampaikan selamat dan terima kasih kepada Ahok, Ahokers pun mencela Sandi. Sebab, kalimat Sandi soal penurunan angka kemiskinan Ibu Kota menjadi paling terendah dalam kurun empat tahun belakangan, tidak tepat.

Baca: Ikut Program Bawaslu, Warga Asing Pantau Pemungutan Suara di TPS 01 Pekayon Jaya Bekasi

"Banyak hal yang saya dan Om Kwik bicarakan, namun satu hal yang paling crucial saat ini yaitu masalah ekonomi. Situasi ekonomi sekarang, kita lihat agak melandai, daya beli menurun, dan masyarakat masih sulit mendapat lapangan kerja," jelasnya usai berbincang dengan Kwik Kian Gie, yang diposting lewat akun Instagramnya, @sandiuno, Rabu (19/7/2018) malam.

"Saya harap dengan keberhasilan Pemprov DKI menurunkan angka kemiskinan di Jakarta menjadi yang terendah dalam 4 tahun terakhir akan memotivasi daerah-daerah lainnya sehingga dapat berdampak positif untuk perekonomian nasional," tulis Sandi.

"TERIMA KASIH PAK AHOK ATAS KERJA KERAS ADA 4 TAHUN TERAKHIR KEMISKINAN MENURUN DI DKI @basukibtp @jokowi @dkijakarta," tulis Tri Lesmana lewat akun @tri_esmana.

Banyak hal yang saya dan Om Kwik bicarakan, namun satu hal yang paling crucial saat ini yaitu masalah ekonomi. Situasi ekonomi sekarang, kita lihat agak melandai, daya beli menurun, dan masyarakat masih sulit mendapat lapangan kerja. Saya harap dengan keberhasilan Pemprov DKI menurunkan angka kemiskinan di Jakarta menjadi yang terendah dalam 4 tahun terakhir akan memotivasi daerah-daerah lainnya sehingga dapat berdampak positif untuk perekonomian nasional.

"Ente paham proses? Proses butuh waktu... Gak ada suatu hasil itu ujug ujugly jadi.... Belajar dulu Boss supaya pintar dan bisa menghargai. Sandi so far bagus, sayangnya dia masuk di gerombolan yg salah, yg memaksa dia harus jadi di tabrak-tabrakin sama sisi satunya. Akibat masyarakat kebanyakan micin yg tidak melihat jauh ke depan dan substansi berdemokrasi," tambah Indra lewat akun @spamby.indra.

Sedangkan Vera menentang pihak yang menyangkal melemahnya ekonomi sekaligus menurunnya daya beli masyarakat. Menurutnya, penurunan terjadi di sejumlah sentra niaga, seperti Glodok dan lainnya.

"Hahaha...cm karena mall rame terus d bilang daya beli gak turun?yakin org d mall untuk beli semua?banyak yg k mall sekedar nyari hiburan.monggo d survey aja pak toko2nya.omsetnya seperti apa.Atau bapak maen k Glodok dkk...hehe..daya beli memang menurun ITU FAKTA!terus kenpa pasar tradisional rame,duh paaaak....hampir sebagian besar masyarakat Indonesia membeli kebutuhan pokok itu d pasar.Kalo pasar sepi,mereka mau beli bahan pokok dmn?hahaha...bapaknya suka ngelawak pasti deh," jelasnya.

Baca: Deddy Mizwar: Saya Hanya Menyiapkan Kemenangan

Bersamaan, Rehan lewat akun @rehan_rakalb mengingatkan agar Ahokers dapat lebih seksama membaca kalimat yang dituliskan Sandi. Dirinya menekankan kata 'menjadi' dalam kalimat, sehingga angka kemiskinan disebut paling rendah dalam empat tahun belakangan.

"Nah iya, saya sebagai salah satu penggiat indonesia darurat baca turut prihatin... Kebanyakan masyarakat indonesia masih memiliki minat baca yang rendah, Apalagi netizennya.. Jangan diulang ya mas, pelan pelan aja bacanya biar ga salah tangkap hehe - salam-" tulisnya. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved