Pedagang yang Kiosnya Terbakar di Kelapa Gading Tidak Direlokasi

Pedagang di lokasi sementara di Kelapa Gading yang kiosnya terbakar tidak akan direlokasi.

Pedagang yang Kiosnya Terbakar di Kelapa Gading Tidak Direlokasi
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Puing-puing enam kios di Kelapa Gading yang hangus terbakar dipasangi garis polisi. 

PARA pedagang yang menempati enam kios di lokasi sementara (loksem) di Jalan Pelepah Raya, RT 01/RW 06, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dipastikan tidak direlokasi meski sudah hangus terbakar.

Kepala Suku Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Utara Arfian mengatakan pihaknya tak akan merelokasi pedagang yang kiosnya terbakar pada Rabu (18/7) malam.

“Nggak (direlokasi), orang cuma dikit, paling ntar dibantu rehab. Bangunannya semi permanen semua dari awal itu. Saya secara sentuhan fisik untuk rehabilitasi belom pernah,” kata Arfian, Kamis (19/7/2018).

Menurut Arfian, pihaknya saat ini sedang mengurus perijinan untuk merenovasi kembali loksem tersebut. Setelahnya sebagai bentuk antisipasi, pemilik kios tidak diperbolehkan tinggal di loksem tersebut.

“Sekarang kita lagi urus semuanya untuk bisa direnovasi. Kedepannya kita imbau untuk tidak tinggal di situ. Kalau sekadar nunggu saja boleh. Itu kan karena mereka sudah orang lama banget jadi alasannya sekalian nunggu tapi ditempatin,” ujarnya.

Arfian juga menyayangkan perilaku para pedagang yang memanfaatkan kios loksem sebagai tempat tinggal. Padahal sesuai dengan peraturan, hal itu jelas-jelas tidak boleh dilakukan oleh para pedagang.

“Namanya loksem ya dilarang untuk tinggal di situ, tapi karena ini orang udah puluhan tahun, kata mereka kan tetep aja nunggu di situ. Kalau cuma sekedar nunggu aja sih boleh,” jelas Arfian.

Sekadar informasi, sebelumnya peristiwa kebakaran terjadi di Jalan Pelepah Raya, RT 01/RW 06, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Rabu (18/7) pukul 23.30 WIB. Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kejadian tersebut.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help