Pemilu 2019

Kapitra Ampera Tegaskan Dirinya Jadi Caleg PDIP Bukan Hasil Barter SP3 Kasus Rizieq Shihab

Kapitra menuturkan, kabar pencalegan dirinya tak ada hubungan dengan aksi 212.

Kapitra Ampera Tegaskan Dirinya Jadi Caleg PDIP Bukan Hasil Barter SP3 Kasus Rizieq Shihab
KOMPAS.COM/Anggita Muslimah
Kapitra Ampera, kuasa hukum pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, saat ditemui usai shalat Jumat di Masjid Al Ittihaad, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/5/2017). 

KAPITRA Ampera, kuasa hukum Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab, membantah dirinya menjadi calon legislatif dari PDIP, terkait penghentian atau SP3 kasus kliennya.

Kapitra menerangkan, tak ada hubungannya antara pencalegan dengan SP3 kasus Rizieq Shihab. Ia pun membantah ada barter.

"Jangan seolah-olah saya dibarter, jadi korban saya. Enggak ada itu, saya menjalankan profesi secara profesional," ujar Kapitra di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (18/7/2018).

Baca: Jadi Caleg PDIP, Persaudaraan Alumni 212 Tegaskan Kapitra Ampera Bukan Pengacara Rizieq Shihab Lagi

Namun, Kapitra mengaku sudah berkomunikasi dengan para ulama, termasuk Rizieq Shihab.

"Saya berkomunikasi dengan banyak ulama, saya juga menghubungi Habib Rizieq Shihab. Belum ada respons dan komentar, saya lagi tunggu karena baru tadi malam hubunginnya," tuturnya.

Kapitra menuturkan, kabar pencalegan dirinya tak ada hubungan dengan aksi 212. Sebab, selama ini massa 212 terkenal menjadi oposisi pemerintahan saat ini.

Baca: Kotak Kosong Menang di Makassar, Partai Gerindra Bilang Itu Cara Rakyat Menghukum Jusuf Kalla

Aksi bela Islam 212 dan aksi lainnya, kata Kapitra, merupakan murni penegakan hukum seorang penista agama, dan upaya melakukan pembelaan terhadap kriminalisasi ulama.

"Setelah penista agama diadili, dihukum, muncul ekses dan saya ikut terlibat, dan sekarang alhamdulillah sudah clear. Sudah di SP3, dilepaskan dan sebagainya, lalu masalahnya apa dengan saya? Apa saya berkhianat? Tidak. Masalahnya apa buat saya? Kan sudah clear, sekarang oposisi, yang oposisi parpol bukan?" paparnya. (Dennis Destryawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help