Artis Terjerat Narkoba

Batal Divonis Hakim, Tio Pakusadewo Lesu

Ia tampak lesu ketika berdiri dari bangku pesakitannya dan keluar dari ruang sidang.

Batal Divonis Hakim, Tio Pakusadewo Lesu
WARTA KOTA/ARIE PUJI WALUYO
Tio Pakusadewo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Cilandak, Kamis (19/7/2018). 

KESIAPAN aktor gaek Tio Pakusadewo (54) mendengarkan vonis hakim, berujung kecewa.

Sebab, ketua majelis hakim Ashyadi Sembiring menunda pembacaan vonis hukuman untuk Tio, karenakan dua hakim anggota tidak hadir persidangan.

"Sidang tidak bisa dilanjutkan karena anggota hakim tidak hadir. Dalam aturan persidangan juga putusan tidak bisa dibacakan kalau salah satu hakim anggota tidak hadir," kata Ashyadi Sembiring di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Cilandak, Kamis (19/7/2018).

Baca: Fredrich Yunadi: Saya Akui, KPK Betul-betul Maha Kuasa

Oleh karenanya, Ashyadi akan membacakan putusan pada Selasa (24/7/2018) pekan depan, sehingga ia meminta maaf kepada terdakwa karena telah mengundur pembacaan putusan.

"Jadi mohon maaf sidang kembali dilanjutkan 24 juli," ucap Ashyadi Sembiring seraya mengetuk palu persidangan satu kali.

Usai dibacakan hakim, raut wajah Tio terlihat kesal dan kecewa. Ia tampak lesu ketika berdiri dari bangku pesakitannya dan keluar dari ruang sidang.

Baca: Mengapa Jenazah Korban KM Sinar Bangun Tak Mengapung ke Permukaan Air? Ini Penjelasannya

Tio Pakusadewo ditangkap aparat Polda Metro Jaya saat sedang makam malam di rumahnya di Jalan Ampera 1 No 38 Kompleks Mahkamah Agung, Jakarta Selatan, Selasa (19/12/2017) sekitar pukul 23.15 WIB.

Tio membeli sabu dari seorang wanita bernama Vina seharga Rp 1,5 juta untuk empat klip sabu. Tio membeli sabu tersebut pada 16 Desember 2017 dari Vina, yang mengantarkannya ke rumah. Tio mengonsumsi sabu tersebut pada 17 Desember 2017.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita beberapa barang bukti seperti sabu berikut bong, cangklong, korek api gas, dan satu unit ponsel.

Tio dijerat pasal 112 ayat 1 subsider pasal 127 ayat 1 jo pasal 132 Undang-undang Narkotika, sehingga dituntut enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar oleh Jaksa Penuntut Umum. (*)

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved