Wujud Jembatan Pulau Reklamasi yang Membuat Nelayan Merana

Warga berkeluh kesah mengenai pembangunan jembatan pulau reklamasi. Proyek tersebut menghubungkan Pulau D dan Pulau C.

Wujud Jembatan Pulau Reklamasi yang Membuat Nelayan Merana
Warta Kota/Andika Panduwinata
Dengan adanya pembangunan jembatan tersebut membuat masyarakat resah. Pasalnya sangat mengganggu arus lalu lintas kapal nelayan. 

SEJUMLAH warga Dadap, Kabupaten Tangerang berkeluh kesah mengenai pembangunan jembatan pulau reklamasi.

Proyek tersebut menghubungkan Pulau D dan Pulau C.

Dengan adanya pembangunan jembatan tersebut membuat masyarakat resah. Pasalnya sangat mengganggu arus lalu lintas kapal nelayan.
Dengan adanya pembangunan jembatan tersebut membuat masyarakat resah. Pasalnya sangat mengganggu arus lalu lintas kapal nelayan. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Ketua Forum Masyarakat Nelayan Dadap, Waisul Kurnia menjelaskan, dengan adanya pembangunan jembatan tersebut membuat masyarakat resah.

Pasalnya sangat mengganggu arus lalu lintas kapal nelayan.

Sehingga, berdampak pada menurunnya mata pencaharian mereka.

Masyarakat setempat pun menggelar aksi keberatannya terkait proyek tersebut.

"Lihat saja wujud jembatan itu sudah jadi sekitar 500 - 100 meter," ujar Waisul saat ditemui Warta Kota di Dadap, Kabupaten Tangerang, Rabu (18/7/2018).

Tiang-tiang pancang berdiri menjulang. Paku bumi pun menancam di lokasi ini.

"Pengerjaannya terus dilakukan selama 24 jam, membuat warga terganggu," ucapnya.

Menurutnya, pengerjaan tersebut menimbulkan kegaduhan. Sebab suara bising terdengar hingga radius 1 kilometer.

"Kami berinisiatif menggelar aksi ini menanyakan proyek itu mau mengarah ke mana? Kalau mengarah ke kampung kami, itu melanggar rekomendasi dari Ombudsman. Karena jalur lalu lintas terganggu, banyak material dan alat berat yang menghambat kapal nelayan," kata Waisul.

Dengan adanya pembangunan jembatan tersebut membuat masyarakat resah. Pasalnya sangat mengganggu arus lalu lintas kapal nelayan.
Dengan adanya pembangunan jembatan tersebut membuat masyarakat resah. Pasalnya sangat mengganggu arus lalu lintas kapal nelayan. (Warta Kota/Andika Panduwinata)
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help