Suasana Memanas Penutupan Jalan di Pakuhaji Oleh Polisi

Warga sempat bergerombolan menolak penutupan jalan ini. Mereka pun menghadang ratusan polisi yang diterjunkan di lokasi.

Suasana Memanas Penutupan Jalan di Pakuhaji Oleh Polisi
Warta Kota/Andika Panduwinata
Warga berkerumun di Jalan Sungai Turi di Desa Kali Baru, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang yang ditutup paksa oleh jajaran Polda Metro Jaya pada Rabu (18/7/2018). 

JALAN Sungai Turi di Desa Kali Baru, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang ditutup paksa oleh jajaran Polda Metro Jaya pada Rabu (18/7/2018).

Prosesi penutupan tersebut sempat membuat suasana memanas.

Warga sempat bergerombolan menolak penutupan jalan ini. Mereka pun menghadang ratusan polisi yang diterjunkan di lokasi.

Masyarakat teriak - teriak menanyakan terkait penutupan jalan tersebut. Bahkan mereka sempat membawa atribut bendera merah putih.

"Sembarangan saja maen tutup, Indonesia sudah merdeka kita masih dijajah juga," jerit satu dari warga di tempat kejadian perkara, Rabu (18/7/2018).

Polisi pun sempat melakukan dialog dengan masyarakat. Mereka mengeluhkan jika jalan tersebut ditutup paksa.

"Akses jalannya nanti kita mau lewat mana?" tanya masyarakat sekitar kepada petugas.

"Susah mau kemana - mana kalau jalan ini ditutup. Kasihan kalau orang yang mau kerja, sekolah, atau juga sakit. Ini jalan sudah ada belasan tahun di sini," sambung warga.

Camat Pakuhaji, Ujat Sudrajat yang menyambangi lokasi menjelaskan secara rinci. Ia menerangkan bahwa setelah penutupan jalan ini, maka disediakan jalan alternatif.

"Kami sudah siapkan pengalihan jalannya. Menghubungkan Desa Kali Baru dengan Desa Laksana. Pengendara mobil dan motor bisa lewat juga," papar Ujat.

Seperti diberitakan Warta Kota sebelumnya, jajaran Polda Metro Jaya mengerahkan 130 personel dalam penutupan jalan ini.

Jalan tersebut ditutup lantaran tidak berizin dan melanggar tata ruang. Bahkan pembangun jalan yakni berinisial TS ditetapkan tersangka. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help