Asian Games 2018

Kejar Target, Anies Terjunkan Ribuan Petugas Rapikan Kawasan Sudirman-Thamrin

Aksi Gerebek Jalan Sudirman-Thamrin itu meliputi pembersihan dan pengecatan trotoar yang terbentang di Sudirman-Thamrin.

Kejar Target, Anies Terjunkan Ribuan Petugas Rapikan Kawasan Sudirman-Thamrin
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Gubernur Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018) 

"Hari ini kita mulai Gerebek Jalan Sudirman-Thamrin, pembersihan dan pengecatan trotoar sepanjang 43 ribu meter untuk menyemarakkan dan menyukseskan perhelatan olahraga akbar Asian Games XVIII," kalimat tersebut mengawali postingan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dalam instagramnya, @aniesbaswedan pada Rabu (18/7/2018)

Aksi yang dinamakan Gerebek Jalan Sudirman-Thamrin itu meliputi pembersihan dan pengecatan trotoar yang terbentang di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin.

Sebab menurutnya, Koridor Sudirman-Thamrin adalah salah satu koridor paling utama dan menjadi wajah Indonesia dalam perhelatan Asian Games 2018.

Sehingga menurutnya, koridor tersebut harus cantik sepanjang gelaran Asian Games, yakni mulai dari 18 Agustus hingga 2 September 2018.

"Koridor Sudirman-Thamrin adalah salah satu koridor paling utama di Indonesia, dan di koridor inilah dunia nanti akan menyaksikan wajah Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan mulai hari ini, 18 Juli sampai dengan 12 Agustus 2018 di koridor-koridor utama Jalan Sudirman-Thamrin. Ini bukan pekerjaan yang kecil dan remeh. Saya berharap kepada semua untuk melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Tunjukkan kepada semua bahwa kerja kita serius dan tuntas, pastikan semua yang dikerjakan harus dengan kualitas yang tinggi," tulisnya.

Keindahan koridor Sudirman-Thamrin katanya tidak hanya menunjukkan kesiapan Indonesia, tetapi sebagai sebuah memorial atas kemeriahan Asian Games pada tahun 1962 silam.

Saat itu Indonesia sukses menggelar Asian Games, walaupun baru belasan tahun merdeka serta adanya konflik dalam Federasi Asian Games (Asian Games Federation) terkait pengikutsertaan Taiwan dan Israel.

"56 tahun yang lalu di tempat ini pertama kali Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games, pada waktu itu telah membuat orang terkagum-kagum dengan Indonesia. Orang merasa inilah contoh sebuah negeri yang baru 17 tahun merdeka telah bisa menjadi penyelenggara perhelatan olahraga terbesar di Asia. Kerja teman-teman semua akan membuat kita bangga atas Indonesia di tahun 2018 ini. Saya tegaskan kepada semua para Lurah dan Camat sambut partisipasi warga dan jangan pernah remehkan pekerjaan apapun. Kita ingin agar semangat Asian Games ini diwujudkan dalam kerja nyata," tutupnya.

Percuma bersih

"Percuma bersih kalau tiang bendera nya tiap negara Asean..di pasang pakai bambu satu di belah dua..mrk ngeliat jalanan..mrk liat bendera mrk yg berkibar di bambu wkwkkwk..apa kata mrk ntar...wkwkwkw," tulis Ibnu Setiawan lewat akun @ibnusetiawan85.

"Itu kan antusias warga Penjaringan mereka bergembira mau sambut Asian Games. Mereka cuma mampu nyumbang. Lo sendiri nyumbang ga?," balas akun @janganjualasetnegara. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved