Reklamasi Teluk Jakarta

Anies Baswedan Tegaskan Tidak Pernah Ragu Hentikan Total Reklamasi

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menegaskan, dia tidak akan ragu untuk menghentikan reklamasi di Jakarta Utara.

Anies Baswedan Tegaskan Tidak Pernah Ragu Hentikan Total Reklamasi
Dokumentasi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat meninjau penyegelan di Pulau D di proyek reklamasi Teluk Jakarta, Jakarta, Kamis (7/6/2018). Baswedan menyegel 900 bangunan di Pulau D reklamasi karena tidak memiliki izin, serta menyegel lahan Pulau C walau belum ada bangunan atau aktivitas pembangunan. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto) 

GUBERNUR DKI Jakarta, Anies Baswedan, menegaskan, dia tidak akan ragu untuk menghentikan reklamasi di Jakarta Utara.

Hal itu terkait ada informasi kegiatan pembangunan konstruksi di kawasan reklamasi pada Pulau C dan Pulau D.

"Oke nanti saya periksa dan akan hentikan. Jangan pernah ragu dalam menghentikan. Kami hentikan total. Kalau (ada) pelanggaran akan kami tegakkan," kata dia, di Jakarta Pusat, Rabu (18/7/2018).

Ia menegaskan, ada petugas dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berjaga di sana.

Jika ada petugas pemerintah DKI Jakarta yang lalai akan dicopot langsung.

Anggota Satpol PP memasang spanduk penyegelan area bangunan di pulau reklamasi C dan D, Jakarta Utara, Kamis (7/6/2018).
Anggota Satpol PP memasang spanduk penyegelan area bangunan di pulau reklamasi C dan D, Jakarta Utara, Kamis (7/6/2018). (Wartakotalive.com/Yosia Margaretta)


"Apalagi kalau ada pembiaran, lalai aja ditindak apalagi sengaja. Kalau sengaja soal hati dan niat," kata dia.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyegel Pulau C dan Pulau D pada 7 Juni 2018.

Baswedan meninjau langsung pelaksanaan penyegelan kedua pulau reklamasi yang dikelola PT Kapuk Naga Indah di Teluk Jakarta itu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mememberi semangat kepada petugas Satpol PP yang menyegel 932 bangunan di Pulau C dan Pulau D, pulau reklamasi di Jakarta Utara, Kamis (7/6/2018).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mememberi semangat kepada petugas Satpol PP yang menyegel 932 bangunan di Pulau C dan Pulau D, pulau reklamasi di Jakarta Utara, Kamis (7/6/2018). (instagram)


Jumlah bangunan yang disegel di kedua pulau itu mencapai 932 bangunan, terdiri atas 409 rumah tinggal, 212 rumah kantor, serta 311 unit rumah tinggal dan rukan yang belum jadi.

Di spanduk penyegelan, pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan lokasi ditutup karena melanggar pasal 69 Ayat 1 UU Nomor 26/2007 tentang Tata Ruang. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved