Pemilu 2019

Anggota HTI, FPI, dan Mantan Kombatan Aceh Maju Jadi Caleg Lewat Partai Bulan Bintang

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan, partainya mendapatkan keuntungan dari upaya membela tokoh-tokoh Islam.

Anggota HTI, FPI, dan Mantan Kombatan Aceh Maju Jadi Caleg Lewat Partai Bulan Bintang
Warta Kota/Feryanto Hadi
Partai Bulan Bintang (PBB) meneken pakta integritas dengan Bawaslu, dan PBB dukung pelarangan caleg mantan koruptor, Selasa (3/7/2018). 

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan, partainya mendapatkan keuntungan dari upaya membela tokoh-tokoh Islam.

Salah satu keuntungan itu berupa bergabungnya tokoh-tokoh dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI). PBB juga menjadi pilihan dari mantan kombatan di Aceh untuk menyalurkan aspirasi politik.

“Kami tampil beda. PBB paling jelas warnanya. Pembelaan kami kepada Islam, pembelaan ke negara, jelas. Kami gabungan Islam dan nasionalis,” tutur Yusril saat mendaftarkan caleg dan menyerahkan dokumen pelengkap ke KPU, di Kantor KPU, Selasa (17/7/2018).

Baca: Yusril Ihza Mahendra Turun Gunung Jadi Caleg untuk Dongkrak Suara PBB

Dia menjelaskan, bergabungnya tokoh-tokoh HTI ke partai politik merupakan fenomena baru. Menurutnya, selama ini penggiat HTI memilih tidak berpolitik, namun di Pemilu 2019 terjadi perubahan.

“Ada banyak calon dari HTI. Ada juga calon dari FPI, Habib Muchsin Alatas, bekas ketum FPI. Dia maju di Bekasi dan Depok, Jawa Barat. Ada juga di tempat lain, Jateng, Jatim, Kalimantan Selatan juga ada FPI,” beber Yusril.

Yusril menuturkan, mantan kombatan di Aceh juga memilih bergabung dan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari PBB.

Baca: Anies Baswedan Janji Bantu Para Korban Kebakaran Tanah Tinggi

“Yang penting juga mantan kombatan di Aceh. Mereka yang DPRD biasanya masuk ke partai lokal. Tetapi, mereka untuk DPR pusat banyak yang masuk ke PBB,” ungkapnya.

Dia menambahkan, bergabungnya tokoh HTI, FPI, dan mantan kombatan di Aceh memberikan suasana baru bagi PBB di pemilu tahun depan. Dia menyerahkan kepada pemilih untuk memilih caleg yang bergabung di partai tersebut.

“Ini memberikan suasana yang baru. HTI tidak pernah berpolitik, sekarang masuk PBB. Fenomena baru ada HTI, FPI, dan kombatan Aceh. Itu fenomena baru. Tidak masalah bagi kami, basisnya mereka masih punya konstituen sendiri-sendiri,” paparnya. (*)

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved