Pemkot Bekasi Tak Tahu Penyebab Terhentinya Pembangunan Landmark Kota

Pembangunan landmark Kota Bekasi senilai Rp 15 miliar dibiayai oleh konsorsium beberapa perusahaan swasta, bukan melalui APBD.

Pemkot Bekasi Tak Tahu Penyebab Terhentinya Pembangunan Landmark Kota
Istimewa
LANDMARK Kota Bekasi senilai Rp 15 miliar yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, atau di sekitar Gerbang Tol Bekasi Barat ini dihentikan pembangunannya. Foto diambil Senin (16/7/2018). 

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bekasi tidak mengetahui penyebab pasti mangkraknya proyek pembangunan landmark atau ikon daerah setempat di sekitar Gerbang Tol (GT) Bekasi Barat, Kecamatan Bekasi Selatan.

Sebab, pembangunan ikon yang digadang senilai Rp 15 miliar ini dibiayai oleh konsorsium beberapa perusahaan swasta, bukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Akan kita cek ke pengembangnya untuk mengetahui pasti penyebab terhentinya proyek tersebut," kata Kepala Bidang Penataan Ruang pada Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi, Dzikron, Selasa (17/7/2018).

Baca: Pembangunan Landmark Kota Bekasi Mangkrak, Ini Gara-garanya

Dzikron mengatakan, pemerintah tidak bisa memberikan sanksi kepada pengembang karena proyeknya dibiayai oleh pihak swasta. Sebagai kompensasi dalam pembangunan itu, pemerintah daerah memberikan slot reklame di sisi landmark yang tergabung dengan jembatan penyeberangan orang (JPO) tersebut.

"Kalau mereka tidak sanggup kami akan cari pihak ketiga yang lain," ujarnya.

Dzikron tak menampik, pembangunan landmark sempat dihentikan pengembang atas permintaan pemerintah daerah pada 2015 lalu. Alasannya ada perbedaan pada bagian fisik pembangunan dengan desain yang dibuat.

"Kami minta untuk dihentikan sementara saat itu karena tidak sesuai desain," katanya.

Namun beberapa bulan kemudian, kata dia, proyek kembali dilanjutkan, sehingga landmark itu sudah mulai terlihat bentuk. Hanya saja, dalam perjalanannya, pihak pengembang kembali menghentikan pembangunan tersebut.

"Saya tidak tahu penyebabnya, karena tiba-tiba berhenti beroperasi," ucapnya.

Pemerintah Kota Bekasi mencanangkan landmark Kota Bekasi di pusat kota tepatnya di GT Bekasi Barat. Pembangunan di sana mempertimbangkan bahwa gerbang tol Bekasi Barat merupakan gapura atau pintu masuk kendaraan menuju pusat kota.

Berdasarkan data yang diperoleh Warta Kota, inti landmark atau center point Kota Bekasi sebagai simpul ketiga titik lokasi strategis. Center point memiliki tiga tingkatan dengan 10 jumlah tiang lampu sebagai penerangan di malam hari.

Makna dari angka tiga dan 10 itu adalah, hari jadi Kota Bekasi, yakni 10 Maret. Tak hanya itu, bentuk center point yang berbentuk cekungan merupakan filosofi orang yang sedang berdoa kepada Tuhan YME.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help