Netizen Keluhkan Soal Monopoli Taksi Bandara

'Wonderfull Indonesia, ketika penumpang dipaksa turun gara-gara naik taksi biru'.

Netizen Keluhkan Soal Monopoli Taksi Bandara
Foto @Freedom7Kingdom

'WONDERFULL Indonesia, ketika penumpang dipaksa turun gara-gara naik taksi biru'.

Kalimat tersebut melengkapi potret sebuah taksi berwarna biru yang tengah membongkar muat bagasi di halaman Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

Potret tersebut diposting akun @Freedom7Kingdom pada Selasa (17/7/2018).

Akun yang menamakan diri Sandi Yudha itu mengeluhkan soal dugaan praktek monopoli yang dilakukan oleh Primer Koperasi Angkatan Darat (Primkopad).

Menurutnya, aksi tersebut tidak menunjukkan adanya reformasi usaha dan persaingan sehat.

Dirinya pun meneruskan kicauan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo serta akun Twitter resmi TNI Angkatan Udara (AU), @_TNIAU.

"Kalo kami generasi jadul sih maklum sama monopoli koperasi @_TNIAU di bandara, tapi generasi milenial ketawa liat beginian Jaman udah modern msh ada begini. Pak @ganjarpranowo bisa lah ngomong ke pak @jokowi supaya semua bandara bisa di reformasi. Persaingan sehat itu demi rakyat," tulisnya.

Airmin, Admin @_TNIAU menyebutkan Bandara Ahmad Yani bukan merupakan kewenangan TNI AU. Sehingga bukan menjadi kewajiban TNI AU dalam mengelola ataupun menindaklanjuti laporan yang disampaikan.

"Maaf, anda salah mention karena Bandara Ahmad Yani bukan teritorial TNI AU #dmmp," balas Airmen diakhiri emoji senyum.

"Ngebahasnya primkopad tapi nyolkenya tni au, apa ga salah sasaran kang?," tambah @mang_jupri.

"Karena itu teritorial mereka sih. Ya emg pait sih, tapi ya gimana lagi. Diapa2in jg itu daerah mereka (TNI AD). Mungkin untuk protesnya bisa ke untuk lebih perbaiki service dan attitude pengemudi jika dirasa kurang baik. Cc @srg_ap1 @ganjarpranowo trims Airmin," tambah Addo Savansyah @addosavansyah.

Namun, Sandi Yudha kembali berkilah, menurutnya fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Bandara Ahmad Yani semata, tetapi juga terjadi di sejumlah bandara di bawah pengawasan TNI AU.

"Oiya puskopad ini.. Tapi inti masalahnya bukan itu pak airmin.. you know lah what I mean.. di bandara lain kan juga banyak yg dikuasai Puskopau dgn masalah serupa. Mungkin yg lain bisa lah mencontoh kerjasama @GrabID dgn Puskopau Halim @jokowi," tulis @Freedom7Kingdom.

" Yg AU juga sama sih apa lagi di Bandara syamsudinoor kalo lg apes yg nganter aja dihajar juga," tulis Ikbal lewat akun @ikbalJROfficial. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved