VIDEO: Ini Aksi Fantastis Pilot Helikopter saat Selamatkan Pendaki Gunung 

Sang pilot hanya mendaratkan "pantat" helikopter besar itu di lereng gunung tersebut sementara bagian depan sama sekali tidak berpijak alias melayang.

VIDEO: Ini Aksi Fantastis Pilot Helikopter saat Selamatkan Pendaki Gunung 
Koin6 TV/Mirror
DALAM foto hasil tangkapan layar ini terlihat betapa sulit dan berbahayanya operasi penyelamatan seorang pendaki di Gunung Hood, Oregon, AS pekan lalu. 

SEORANG pilot helikopter Chinook sukses melakukan operasi penyelamatan fantastis terhadap seorang pendaki yang terjebak di sebuah gunung di Oregon, Amerika Serikat.

Mengapa fantastis? Karena sang pilot hanya mendaratkan "pantat" helikopter besar itu di lereng gunung tersebut sementara bagian depan sama sekali tidak berpijak alias melayang.

Baca: Kisah Digong, Anjing Setia Dorong Kursi Roda Majikannya yang Lumpuh

Manuver rumit yang disebut sebagai "pinnacle landing" itu dilakukan di lereng bersalju di ketinggian 11.000 kaki atau sekitar 3.300 meter dari permukaan laut.

Akibat sudut pendaratannya, maka operasi ini menjadi amat berbahaya bahkan bagi personel penyelamat sekalipun. Sebab, sekali lagi akibat sudut pendaratannya, maka baling-baling helikopter itu berputar hanya tepat di ketinggian dada para anggota tim SAR.

Alhasil, mereka harus merangkak mendaki lereng bersalju Gunung Hood untuk mencapai si pendaki yang awalnya hendak bunuh diri itu. Demikian dikabarkan stasiun televisi KOIN6 TV.

"Kami harus merangkak di bawah putaran baling-baling. Benar-benar tak bisa dipercaya, kami harus percaya pada kemampuan pilot mengendalikan helikopter," ujar Joshua Kruse, salah seorang anggota tim SAR.

Baca: Hidupnya Terancam, Pangeran Uni Emirat Arab Ini Kabur ke Qatar 

Sebab, kesalahan kecil dari pilot bisa berakibat fatal terhadap anggota tim penyelamat. Operasi penyelamatan ini terjadi pada Kamis (12/7/2018), ketika seorang pendaki asal Texas berusia 27 tahun menelepon dari puncak Gunung Hood.

Dia memberitahu sejumlah orang bahwa dia berencana mengonsumsi "obat-obatan" dan mati di puncak gunung itu.

Tim SAR mengatakan, mereka mendapatkan informasi tersebut pada sekitar pukul 17.00 di hari yang sama. Namun, operasi penyelamatan harus ditunda karena masalah keamanan.

Kondisi panas menyengat pada Kamis itu membuat kondisi gunung menjadi amat berbahaya karena es mencair dan banyak batu berguguran dari puncak gunung.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved