Uji Emisi di Jakut, Tiga Lokasi, 2.000 Kendaraan

Dalam sekali uji emisi di tiga lokasi di Jakarta Utara, sebanyak 2.000 kendaraan bisa terjaring.

Uji Emisi di Jakut, Tiga Lokasi, 2.000 Kendaraan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Wali Kota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau. 

SUKU Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara menggelar kegiatan pengujian emisi kendaraan bermotor di tiga lokasi berbeda. Target pun dicanangkan yakni 2.000 kendaraan bermotor ikut kegiatan pengujian emisi selama tiga hari kedepan.

Ketiga lokasi uji emisi yakni di Jalan H. Benyamin Sueb tepatnya di sisi timur Kemayoran pada Senin (16/7), di Jalan Danau Sunter Selatan tepatnya di depan Rumah Dayung Danau Sunter pada Selasa (17/7) dan di Jalan RE Martadinata tepatnya di depan pintu Tol Ancol pada Rabu (18/7).

“Targetnya 2.000 kendaraan selama tiga hari kedepan. Minimal sehari ada 700 kendaraan dari pagi sampai siang. Kita ambilnya acak ya, kita tidak atur. Kita mulai pukul 07.30 WIB sampai dengan selesai dan gratis,” ungkap Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Slamet Riyadi, Senin (16/7).

Slamet mengatakan ada beberapa alasan mengapa ketiga lokasi itu dipilih menjadi tempat pengujian emisi kendaraan. Menurutnya kondisi jalan di ketiga lokasi itu sangat mendukung untuk tidak terlalu mengakibatkan kemacetan.

“Yang kedua memang kita dekatkan dengan wisma atlet ini karena kita berupaya supaya warga sadar untuk menjaga lingkungan, kualitas udara di Jakarta dengan salah satu caranya dengan merawat kendaraan,” ujarnya.

Ada standar yang harus dipenuhi oleh pemilik supaya kendaraan bermotornya lulus uji emisi. Jika tidak sesua standar maka pihaknya mengimbau agar pengemudi melakukan sejumlah perbaikan.

“Kalau kendaraannya dirawat, kita uji emisi ya mudah-mudahan lulus. Tapi kalau memang ada yang tidak lulus, kita ingatkan supaya warga merawat kendaraannya, dibawa ke bengkel, diservis supaya kualitas udara yang dikeluarkan memenuhi baku mutu,” tegasnya.

Ketika disinggung mengenai sanksi, Slamet mengatakan sejauh ini tidak ada hukuman yang diterima para pemilik kendaraan. Hanya saja kedepan ada wacana untuk membuatkan sanksi kepada mereka yang tidak peduli kondisi kendaraannya.

“Sementara ini masih mengimbau, merekomendasikan untuk servis. Memang sih idealnya ada sanksi, Pak Kadis juga sudah menyampaikan bekerjasama dengan Samsat, dalam rangka perpanjangan STNK akan dipersyaratkan salah satunya adalah bukti bahwa dia lulus emisi, bar nanti STNK-nya bisa diperpanjang,” urainya.

Diharapkan dengan adanya kegiatan itu udara di Jakarta khususnya jelang Asian Games lebih bagus lagi. Selain itu juga bisa mengurangi penggunaan kendaraan agar udara di Jakarta lebih bersih.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved