Tommy Soeharto: Pemilu 2019 Momentum Rakyat Ganti Anggota DPR Besar-besaran

Salah seorang tokoh yang kecewa dengan kinerja anggota DPR itu adalah Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra.

Tommy Soeharto: Pemilu 2019 Momentum Rakyat Ganti Anggota DPR Besar-besaran
Kompas.com/Andreas Fitri Atmoko
Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto (kiri bawah), Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (kanan bawah) dan kader baru Partai Berkarya Titiek Soerharto (tengah bawah) menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers di Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (11/6). Dalam jumpa pers tersebut, kader senior Partai Golkar Siti Hediyati Hariyadi atau Titiek Soeharto mendeklarasikan diri pindah menjadi kader Partai Berkarya. 

Selain mengajak partai politik melakukan perbaikan, Tommy juga mengimbau rakyat Indonesia agar tidak lagi memilih calon anggota DPR dari partai politik yang tidak mau memperbaiki diri.

"Rakyat harus diberi pencerahan agar dalam pemilu nanti mereka benar-benar memilih wakilnya di DPR dari partai yang paling kecil resistensinya, atau yang berasal dari partai-partai baru," tutur Tommy Soeharto.

Baca: Pernah Dipenjara karena Korupsi, Taufik Incar Posisi Ketua DPRD DKI

Ia menegaskan, setelah 72 tahun merdeka, Bangsa Indonesia tidak bisa terus-menerus mempertaruhkan nasib dan masa depan bangsa dan negara ini kepada politikus yang cuma mementingkan diri dan kelompoknya semata.

"Bangsa Indonesia harus dicerahkan sehingga mampu bangkit dan berobah ke arah yang lebih baik," ucap Tommy Soeharto.

Salah satu cara untuk menuju perubahan ke arah yang lebih baik itu, katanya, adalah dengan mereformasi DPR dan mengganti orang-orang tidak kredibel yang selama ini duduk di dalamnya.

Baca: Sopir Angkot Rampok Penumpangnya yang Masih Pelajar Sampai Menangis Histeris

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2017 sangat gencar menangkap tangan sejumlah penyelenggara negara, baik kepala daerah maupun anggota parlemen lantaran terindikasi korupsi.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, jumlah kasus tangkap tangan pada 2017 hingga pertengahan 2018, merupakan kasus tangkap tangan terbanyak sepanjang sejarah berdirinya KPK. (*)

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help