Tommy Soeharto: Pemilu 2019 Momentum Rakyat Ganti Anggota DPR Besar-besaran

Salah seorang tokoh yang kecewa dengan kinerja anggota DPR itu adalah Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra.

Tommy Soeharto: Pemilu 2019 Momentum Rakyat Ganti Anggota DPR Besar-besaran
Kompas.com/Andreas Fitri Atmoko
Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto (kiri bawah), Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (kanan bawah) dan kader baru Partai Berkarya Titiek Soerharto (tengah bawah) menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers di Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (11/6). Dalam jumpa pers tersebut, kader senior Partai Golkar Siti Hediyati Hariyadi atau Titiek Soeharto mendeklarasikan diri pindah menjadi kader Partai Berkarya. 

BANYAKNYA anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR/DPRD) yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tak hanya membuat sejumlah tokoh kecewa dan marah.

Namun, para tokoh tersebut juga menggalang tekad untuk mengganti anggota DPR secara besar-besaran pada Pemilu 2019.

Salah seorang tokoh yang kecewa dengan kinerja anggota DPR itu adalah Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau yang lebih dikenal dengan Tommy Soeharto.

Baca: PKS akan Terima Anies Baswedan Diduetkan dengan Prabowo Subianto, Asalkan Penuhi Syarat Ini

Kasus OTT terbaru adalah ditangkapnya anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Eni Maulani Saragih beserta 11 orang lainnya, terkait dugaan suap proyek PLN di Riau. Eni dicokok KPK saat berada di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham.

Eni yang merupakan Wakil Ketua Komisi VII DPR, adalah anggota DPR kedua yang ditangkap KPK. Sebelumnya ada nama Amin Santono dari Fraksi Partai Demokrat yang ditangkap pada Mei lalu.

Selain terkena OTT, sepanjang 2014 hingga Juli 2018, sudah banyak anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota yang dicokok KPK, karena dugaan terlibat kasus korupsi.

Baca: Banyak Mobil Parkir Sembarangan, Tiang Pembatas Dipasang di Pinggir Waduk Rawa Badak

Atas maraknya kasus korupsi yang melibatkan anggota DPR itu, Tommy Soeharto mengajak partai-partai politik untuk melakukan perbaikan ke internal partai masing-masing, terutama dalam proses rekruitmen kader yang akan duduk di parlemen.

Putra Presiden kedua RI Soeharto itu bahkan menyebut, sudah saatnya dilakukan reformasi total terhadap keberadaan anggota DPR dan DPRD di seluruh Indonesia.

"Partai politik harus melakukan reformasi total terhadap sistem dan proses rekruitmen kader-kadernya yang akan duduk di lembaga legislatif. Kalau tidak, kasus-kasus korupsi yang melibatkan anggota DPR akan terus terjadi," kata Tommy Soeharto dalam rilis yang diterima Warta Kota, Senin (16/7/2018).

Baca: Dua Bulan Berlalu, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kerusuhan di Rutan Mako Brimob

Menurutnya, jika partai politik tidak mau melakukan perbaikan dalam proses rekruitmen kader-kadernya yang duduk di parlemen, maka Pemilu 2019 adalah momentum terbaik bagi rakyat untuk melakukan penggantian terhadap anggota DPR secara besar-besaran.

Halaman
12
Penulis: Hamdi Putra
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved