Takut Anak Jadi Korban, Orangtua Siswa Baru di SMAN 13 Depok Pasrah Dipungli Saat PPDB

Biaya masuk itu dipungut saat penyerahan berkas siswa atau daftar ulang dalam proses PPDB, Sabtu (14/7/2018) pekan lalu.

Takut Anak Jadi Korban, Orangtua Siswa Baru di SMAN 13 Depok Pasrah Dipungli Saat PPDB
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Selembar kertas berisi informasi biaya masuk siswa baru di SMAN 13 Depok, yang diduga pungli. Pungli ini dilakukan saat daftar ulang siswa baru, Sabtu. 

SEBAGIAN besar orangtua (ortu) siswa baru di SMAN 13 Depok yang dipungut biaya masuk sekolah sebesar Rp 3 juta per siswa, mengaku pasrah dan enggan memprotes kebijakan sekolah.

Biaya masuk itu dipungut saat penyerahan berkas siswa atau daftar ulang dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), Sabtu (14/7/2018) pekan lalu.

Mereka mengaku keberatan karena merasa biaya masuk yang diminta petugas PPDB di sekolah yang berlokasi di Cisalak Pasar, Cimanggis, Depok itu, adalah pungutan liar atau pungli.

Baca: Deddy Mizwar: Saya Hanya Menyiapkan Kemenangan

"Sebab, para ortu siswa baru takut imbasnya ke anak mereka kalau protes. Yang sangat ditakutkan lagi, anak mereka jadi enggak diterima di SMAN 13 Depok kalau komplain soal pungutan itu. Jadi sebagian besar ortu siswa akhirnya pasrah," kata Emerson Yuntho, kerabat ortu siswa baru di SMAN 13 Depok, kepada Warta Kota, Senin (16/7/2018).

Karenanya, kata Emerson, para ortu siswa berharap pihak Kemendikbud turun langsung dan mempertanyakan pungutan itu ke pihak sekolah.

"Infonya Jumat atau Sabtu di minggu ini, akan ada pertemuan antara ortu siswa dengan pihak sekolah. Beberapa ortu siswa tetap ragu untuk mempertanyakan pungutan itu saat pertemuan nanti, sehingga mereka pasrah saja," tutur peneliti di Indonesian Corruption Watch (ICW) itu.

Baca: Cuma Ada Calon Tunggal, Warga Desa Parahu Nilai Pemilihan Bupati Tangerang Kurang Seru

Untuk sekolah negeri, semua biaya operasional sekolah dan operasi pendidikan, ditanggung pemerintah sehingga biayanya gratis. Karenanya, permintaan biaya bagi ortu siswa baru di SMAN 13 Depok, diduga kuat adalah bentuk pungli.

Apalagi, permintaan biaya itu disampaikan ke para ortu siswa dengan hanya menunjukkan selembar kertas yahg ditulis tangan, berisi rincian besaran biaya, tanpa ada selebaran resmi berkop surat dari sekolah.

Dalam selembar kertas itu, ada lima item besaran biaya yang dibebankan ke ortu siswa baru. Uang untuk seragam sekolah sebesar Rp 1.350.000, uang sumbangan Rp 1 Juta, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) sebesar Rp 200.000, psikotes sebesar Rp 200.000, serta uang sumbangan operasional pendidikan (SOP) Bulan Juli sebesar 250.000. (*)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help