Pengakuan Soeharto: Dana di Yayasan Supersemar Bukan Milik Saya

Jaksa Agung HM Prasetyo meminta Tommy Soeharto segera menyerahkan Gedung Granadi yang menjadi objek eksekusi kasus Yayasan Supersemar.

Pengakuan Soeharto: Dana di Yayasan Supersemar Bukan Milik Saya
Kolase foto
Tommy dan Soeharto 

Karena itu, anak peserta KB Lestari yang sudah 10 tahun dan 15 tahun kita berikan beasiswa. Yang menyukseskan KB, kita berikan beasiswa.

Tapi untuk siswa yang di sekolah kejuruan saja. Dengan sendirinya, juga ikut menyukseskan keluarga berencana.

Untuk itu, saya mencoba mengambil pengalaman dari Trikora tadi. Dana abadi, diambil bunganya dijadikan santunan, kemudian kelebihan bunga itu dimasukkan lagi ke tabungan.

Jadi menurut catatan, kalau saya tidak salah hitung, mulai tahun 1975 sampai tahun 1997, telah diberikan beasiswa kepada 233.463 mahasiswa.

Yang telah lulus 54.253 sarjana. Jadi Supersemar ini telah mencetak sarjana sebanyak 54.000 lebih. Beasiswa sekolah menengah kejuruan untuk 536.670 siswa.

Yang telah lulus diantaranya 154.750 siswa. Beasiswa juga diberikan dalam rangka membangun mutu prestasi olahragawan dalam pertandingan atau perlombaan nasional, Asean, Asia dan dunia.

Juga untuk mendorong olahragawan mempertahankan prestasinya yang mempunyai medali emas.

Dengan demikian, baik pelatih maupun olahragawan yang terus mempertahankan prestasi tersebut, kita berikan beasiswa.

Sudah ada 8.609 pelatih dan atlit yang mendapat beasiswa. Di samping itu, juga ada program S-2 sebanyak 4.364 dan program S-3 sebanyak 737 serta bantuan untuk meningkatkan para dosen.

Anak asuh yang berkaitan dengan program KB ada 843.000, dihitung sampai tahun 1997. Kita berikan pula bantuan kepada semua perguruan tinggi untuk biaya administrasi mengurusi penerima beasiswa Supersemar tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Achmad Subechi
Editor: Achmad Subechi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved