Wisata

Hati-hati Penipuan Berkedok Open Trip dan Tour Leader, Begini Cara Menghindari

Wisatawan yang rajin juga biasanya akan melakukan cek terhadap situs, media sosial, komentar para pengguna jasa operator open trip.

Hati-hati Penipuan Berkedok Open Trip dan Tour Leader, Begini Cara Menghindari
Dokumen Open Trip
Silaturahim para trip leader dari Jakarta dan Banten di Warunk Upnormal Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (21/3/2018). 

Beberapa kasus penipuan di dunia wisata berkedok sebagai operator open trip atau tour leader penyelenggara wisata.

Agar terhindar dari operator open trip dan tour leader bermasalah, ada berbagai upaya pencegahan yang dapat dilakukan.

"Untuk open trip, bisa mencari referensi dari teman yang sudah pernah menggunakan jasa open trip itu," kata CEO Triptrus.com, platform marketplace digital yang menaungi operator tur independen, Bramantyo Sakti, saat dihubungi KompasTravel, Sabtu (14/7/2018).

"Biasanya memang dari word of mouth (kabar langsung dari orang dekat)," katanya lagi.

Wisatawan yang rajin juga biasanya akan melakukan cek terhadap situs, media sosial, komentar para pengguna jasa operator open trip.

Bram menyebutkan, operator open trip yang memiliki jejak buruk, biasanya akan dibicarakan di forum wisatawan online.

Baca: Ini Cara Jitu Biar Tak Boros Saat Traveling

Bisnis open trip dengan jejak buruk bisnisnya juga akan lesu dan tak digunakan lagi.

Namun, masih ada beberapa oknum yang mengganti nama operatornya. Justru perubahan nama ini harus diwaspadai.

Selain operator open trip, perorangan yakni tour leader juga dapat membuka jasa perjalanan wisata.

Untuk menghindari kasus penipuan berkedok tour leader, Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Tour Leader Indonesia, Rudiana mengatakan ada berbagai upaya pencegahan.

Halaman
12
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help