Hanya Juara Dua Piala Dunia, Pemain Kroasia Mendapatkan Standing Ovation

Pelatih Kroasia Zlatko Dalic mengatakan, para pemainnya semestinya bangga terhadap laju sensasional mereka di Piala Dunia.

Hanya Juara Dua Piala Dunia, Pemain Kroasia Mendapatkan Standing Ovation
FIFA
Pemain Perancis bergembira setelah menaklukkan Kroasia di final dengan skor 4-2, Minggu (15/7/2018). 

WARTA KOTA, PALMERAH---Pelatih Kroasia Zlatko Dalic mengatakan, para pemainnya semestinya bangga terhadap laju sensasional mereka di Piala Dunia dan penampilan mereka di final meski kalah 2-4 dari Perancis di Stadion Luzhniki, Minggu (15/7/2018) malam WIB.

Para pemain Kroasia mendapatkan standing ovation dari para penggemar mereka setelah tampil baik saat melawan Perancis selama 90 menit.

Kroasia mendominasi sebagian besar jalannya pertandingan namun harus kemasukan gol bunuh diri, penalti yang dihadiahkan VAR, dan dua gol cepat.

Baca: Kroasia Mengejar Misi Mencetak Sejarah Baru

Pria 51 tahun itu mengumpulkan para pemainnya di lingkaran tengah lapangan dan mengatakan kepada bahwa mereka semestinya tidak menilai kekalahan ini sebagai kegagalan.

"Tentu saja, kami sedih, namun saya mengatakan kepada mereka, 'Angkat kepala kalian. Anda tidak memiliki alasan untuk merasa tidak puas, Anda telah memberikan segalanya, dan Anda harus bangga terhadap penampilan Anda di turnamen ini'," kata Dalic seperti dilansir Antaranews.com.

"Tegakkan dagu kalian anak-anak, jika seseorang menyebut kami untuk menjadi runner up pada awal turnamen, itu akan fantastis."

Baca: Kroasia Siap Balas Dendam Kekalahan di Tahun 1998

Kroasia mampu bangkit dari tertinggal satu gol di tiga pertandingan mereka sebelumnya, membuka jalan mereka untuk melalui enam perpanjangan waktu dan dua adu penalti untuk menuju final -- bermain dengan penampilan yang lebih baik daripada Prancis pada sebagian besar jalannya pertandingan.

Mereka kembali tertinggal terlebih dahulu ketika Ivan Perisic melepaskan tembakan menyudut pada babak pertama.

Akan tetapi tertinggal 1-4 ketika Mario Mandzukic menghukum kesalahan kiper Hugo Lloris pada menit ke-69 untuk menebus kesalahan sebelumnya di mana ia mencetak gol bunuh diri.

Dalic berpikir bahwa gol bunuh diri di menit ke-18 dan penalti Prancis, yang dihadiahkan tujuh menit sebelum turun minum untuk handball Perisic setelah wasit melihat rekaman televisi, merupakan titik balik.

Baca: Kroasia Kali Pertama Melaju ke Final Piala Dunia

"Saya tidak berbicara mengenai para wasit namun mari saya katakan satu hal: di final Piala Dunia, Anda tidak memberikan penalti semacam itu," katanya.

"Namun itu sama sekali tidak mengecilkan kemenangan Perancis. Mungkin kami sedikit tidak beruntung, namun pada enam pertandingan pertama kami mendapat banyak keberuntungan."

Dalic mengatakan, secara keseluruhan VAR bagus untuk sepak bola.

"Jangan mengambil hal ini seolah-olah saya mengatakan sesuatu yang buruk mengenai wasit," katanya.

Baca: Putin Kepada Kepala Daerah: Anda Tidak Bisa Membiarkan Tempat-tempat Ini Berubah Jadi Semacam Pasar

"Saya menghormati wasit, ia membuat keputusan yang ia pikir tepat. Pada VAR, ketika hal itu menguntungkan Anda maka itu bagus, ketika hal itu merugikan Anda itu buruk."

Dalic, yang mengambil alih timnas sembilan bulan silam, ketika Kroasia kelihatannya tidak dapat lolos ke Piala Dunia, mengatakan, ia akan memerlukan waktu untuk mempertimbangkan masa depannya.

"Merupakan pekerjaan yang indah dengan para pemain (namun) saya tidak pernah mengambil keputusan dalam semalam," ucapnya.

"Saat ini saya tidak berpikir mengenai apapun, hanya pulang dengan selamat ke Kroasia."

Dalic mengatakan, kesuksesan tim mewakili negara yang hanya berisi 4 juta jiwa memperlihatkan apa yang dapat dilakukan dengan impian dan banyak kerja keras.

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved