Wisata

Goa Tham Luang Thailand Tempat 12 Bocah Terjebak Bakal Jadi Museum

"Daerah itu akan menjadi museum hidup, untuk menunjukkan bagaimana operasi (penyelamatan) itu berlangsung."

Goa Tham Luang Thailand  Tempat 12 Bocah Terjebak Bakal Jadi Museum
Shutterstock
Penyelamat saat melakukan aksi penyelaman terhadap 12 siswa yang terjebak di dalam Goa Tham Luang, Thailand. 

Goa Tham Luang merupakan goa terbesar di Thailand.

Di goa tersebut, 12 siswa pernah terjebak selama 17 hari beberapa waktu lalu.

Kini, goa tersebut akan dijadikan sebagai obyek wisata oleh pemerintah setempat.

Goa akan dijadikan museum untuk menarik para turis yang melancong ke Thailand.

Sebelumnya, Anak-anak terjebak di Goa Tham Luang. Anak-anak itu seakan 'ditelan' goa selama sembilan hari sebelum keberadaannya ditemukan oleh regu penyelamat.

Misi penyelamatan terhadap bocah-bocah itu menarik perhatian dunia. Mereka dan pelatih sepakbolanya dapat diselamatkan petugas.

Baca: Mengerikannya Model Evakuasi Tim Sepakbola Remaja Thailand dari Goa

Sampai saat ini, hanya sebagian goa Tham Luang yang dibuka untuk umum.

Sedangkan bagian tempat anak-anak itu terperangkap di dalam goa akan dijadikan museum.

Narongsak Osottanakorn, kepala misi penyelamatan mengatakan, "Daerah itu akan menjadi museum hidup, untuk menunjukkan bagaimana operasi (penyelamatan) itu berlangsung."

"Basis data interaktif akan disiapkan. Ini akan menjadi daya tarik utama bagi Thailand," kata Narongsak kepada wartawan saat konferensi pers.

Sementara itu, Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan bahwa tindakan pencegahan harus dilakukan terlebih dahulu, baik di dalam maupun di luar goa, untuk melindungi wisatawan.

Lagipula, alasan bocah-bocah itu terperangkap di bawah tanah adalah karena banjir bandang.

Banjir tiba-tiba itu terjadi akibat musim hujan di Thailand yang cenderung berlangsung Juni hingga Oktober.

Saat ini, kondisi anak-anak tersebut dalam keadaan baik, tidak ada tanda- tanda stres. Anak-anak yang lolos dari maut di goa kebanyakan kehilangan berat badan sekitar 2 kilogram.

Pada proses penyelamatan para pelajar itu, selain Pemerintah  Thailand, bantuan resmi juga dari Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Laos, Myanmar, China dan Australia.

Selain itu, relawan dari Ukraina, Denmark, Jerman, Belgia, Kanada dan Finlandia ikut menyelamatkan selusin bocah tersebut. (Mirror)

Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved