Piala Dunia 2018

Bisa Mengeja Luzhniki Itu Sejarah

Menonton langsung laga final Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, adalah peristiwa sejarah.

Bisa Mengeja Luzhniki Itu Sejarah
Istimewa
Dahlan Dahi diantara para suporter yang menyaksikan laga final di Stadion Luzhniki, Kota Moskow, tepatnya di jalan Luzhniki No 24, Moskva. 

Untuk menonton laga final ini, VIVO sebagai salah satu sponsor utama, sudah membooking tiket 8 bulan sebelumnya.

Kami masuk dengan dua ‘karcis’ yang digantung laiknya ID card karyawan. Satu menunjukkan identitas kami dan status penonton.

Yang kedua, sebagai akses untuk duduk di VIP lounge VIVO. Barisan kursi duduk kami berada di sudut kanan belakang gawang Perancis.

Seperti kebanyakan penonton, kami sudah masuk 2,5 jam sebelum laga. Kami melewati lorong panjang sekitar 350 meter.

Ini belum termasuk jalur akses masuk sekitar 450 meter. Lakon final dimulai dengan acara closing ceremony nan impresif. Permainan lampu LED portabel, ratusan penari.

Kami dan puluhan ribu penonton juga disuguhi penampilan legenda asal Brasil, Ronaldinho. Dia menabuh drum untuk mengiringi lagu populer Rusia, Kalinka.

Aktor film action drama kawakan Amerika Serikat, Will Smith, juga tampil bersama Nicky Jam dan artis asal Kosovo, Era Istrefi.

Suporter timnas Prancis dan timnas Kroasia tidak bisa menyamai animo dan kegilaan para pendukung dari Amerika Selatan, terutama Brasil dan Argentina atau Amerika Latin yang atraktif, dan agresif. 

Fans Perancis dan Kroasia amat konservatif. Jadi, ini seperti spectacular show, pesta hebat yang tidak dinikmati bangsa Rusia.

Warga Rusia bukan penggemar sepak bola. Mereka senang pada ice skating dan olahraga beraroma salju lainnya.

Halaman
123
Editor: Achmad Subechi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved