Ario Bayu Gunakan Rompi 9 Kg Lebih Jadi Polisi Elit

Sebuah kisah nyata mengenai tragedi bom Thamrin, Tanah Abang, yang terjadi 14 Januari 2016 diangkat ke sebuah film layar lebar.

Ario Bayu Gunakan Rompi 9 Kg Lebih Jadi Polisi Elit
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Ario Bayu ditemui saat press screening dan jumpa pers film '22 Menit' di XXI Epicentrum Walk Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/7/2018). 

SEBUAH kisah nyata mengenai tragedi bom Thamrin, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang terjadi 14 Januari 2016 diangkat ke sebuah film layar lebar.

Tragedi bom yang menyerang tempat coffee shop dan juga pos polisi Sarinah, Thamrin diangkat ke film layar lebar oleh rumah produksi Button Ijo dengan menggaet sutradara Eugene Panji dan Myrna Paramita Pohan, dengan genre action kolosal sepanjang 75 menit.

Kejadian yang tidak pernah terlupakan oleh warga DKI Jakarta itu dijadikan sebuah film yang bertajuk '22 Menit', yang dibintangi oleh Ario Bayu, Ardina Rasti, Ade Firman Hakim, Ajeng Kartika, Hana Malasan.

Ario Bayu ditemui saat press screening dan jumpa pers film '22 Menit' di XXI Epicentrum Walk Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/7/2018).
Ario Bayu ditemui saat press screening dan jumpa pers film '22 Menit' di XXI Epicentrum Walk Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/7/2018). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Ario Bayu berperan sebagai AKBP Ardi, seorang polisi yang berhasil menumpas lima terduga teroris di Sarinah, Thamrin.

Ditemui saat press screening dan jumpa pers film '22 Menit' di XXI Epicentrum Walk Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/7/2018) Ario mengaku sangat seru menjadi polisi.

Tidak sulit baginya untuk membintangi film action tersebut, dikarenakan Ario pernah membintangi film action serupa bertajuk 'Java Heat'.

"Kalau Java Heat cerita fiktif, dimana karakter dirancang secara keseluruhan. Tapi 22 Menit kita enggak kalah. Skala produksi luar biasa. Seru banget dan syutingnya fun lah," kata Ario Bayu.

Ario menambahkan, berperan sebagai anggota elit Kepolisian Republik Indonesia, sangat seru dan juga menantang. Terlebih ia harus menumpas kejahatan terorisme.

Mendalami perannya sebagai polisi, Ario mengaku harus melakukan latihan baik menembak, hingga mengatur strategi menghadapi situasi mencekam.

"Jadi polisi itu gokil. Pra produksi lakukan sesi latihan. Jadi ada beberapa teknik memegang, memahami senjata, memahami strategi, aspek kepolisian menangani situasi mencekam," ucapnya.

Butuh waktu lama untuk Ario mampu menjadi anggota polisi elit. Karena beberapa aspek harus dilewati dirinya melalui proses latihan bersama pihak kepolisian.

"Membutuhkan waktu satu bulan untuk tahu benar-benar apa yang dijalankan polisi elit. Jadi kalau dilihat, gua pakai rompi polisi itu beratnya 9 kg. Belum ada weapons dan holister, total bisa mencapai berat banget dan buat keringet gua menjadi jagung," jelasnya.

Lanjut Ario, ia mengaku sangat totalitas memerankan karakter AKBP Ardi. Mengingat ini merupakan sebuah kejadian nyata sehingga harus bisa membuat penonton mengikuti jalan ceritanya.

"Walaupun action drama film, pengin penonton terbawa sama realistisnya peristiwa ini," ujar Ario Bayu. (ARI)

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help