Komitmen Indonesia Melindungi Perempuan Pekerja

Komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan dalam dunia kerja, yang banyak dialami pekerja perempuan.

Komitmen Indonesia Melindungi Perempuan Pekerja
WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Ilustrasi pekerja perempuan. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bersama Menteri Tenaga Kerja ikut terlibat sebagai delegasi pemerintah Indonesia dalam The 107th session of The International Labour Conference (ILC) di Jenewa, Swiss, beberapa waktu lalu.

ILC merupakan konverensi yang melibatkan pihak pemerintah, asosiasi pengusaha maupun serikat pekerja dari 187 negara.

Tahun ini, ‘Ending Violence and Harassment in The World of Work’ jadi tema yang diusung.

Baca: Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran Iii Jakarta Menolak Akuisisi Pertagas Oleh PGN

Konferensi Pekerja Internasional ke-107 menjadi momen penting dalam upaya menghapuskan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja, karena adanya perbedaan relasi kekuasaan antara bawahan dan atasan, kerap menimbulkan kasus kekerasan dan pelecehan di dunia kerja.

"Mirisnya, perempuan menjadi kelompok yang rentan menjadi korban," kata Lies Rosdianty, Asisten Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan dalam Tenaga Kerja KemenPPPA, beberapa waktu lalu.

Lies mengatakan, baru pada ILC tahun ini kekerasan dalam dunia kerja diangkat sebagai tema.

Tentunya, hal ini meningkatkan komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan dalam dunia kerja, yang banyak dialami pekerja perempuan.

Baca: Ratusan Pekerja Outsourcing JICT Desak Pemerintah Tinjau Ulang PHK Mereka

"KemenPPPA sangat mendukung pencegahan dan penanganan kekerasan dalam dunia kerja, dengan ikut berpartisipasi dalam komite ILC. Perlindungan dan pemenuhan hak pekerja perempuan menjadi perhatian KemenPPPA, dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender di dunia kerja," kata Lies.

Salah satu penyebab kesenjangan gender dalam ketenagakerjaan di Indonesia adalah masih adanya diskriminasi dan kekerasan gender dalam ketenagakerjaan.

Oleh sebab itu, pertemuan ILC tahun ini menjadi instrumen penting yang harus ditindaklanjuti.

Berupa penyusunan kebijakan, implementasi, monitoring dan evaluasinya, dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di tempat kerja, serta pemberdayaan korban, sehingga secara efektif pekerja perempuan dapat terlindungi.

Baca: Pilu, Ini Pekerjaan Saripah yang Ditembak Begal di Tangerang

"Bila perempuan dapat bekerja dengan aman dan nyaman, tentu akan meningkatkan produktivitas mereka. Pada akhirnya, hal itu akan menguntungkan pihak pengusaha. Dengan meningkatnya kesadaran dan komitmen semua pihak, maka diharapkan kesetaran gender dalam ketenagakerjaan akan segera terwujud," kata Deputi bidang Perlindungan Hak Perempuan KemenPPPA, Vennetia R Danes.

Pada pertemuan ini pula, Indonesia secara tegas mendukung pengesahan amandemen Konvensi Pekerja Maritim atau Maritime Labour Convention (MLC).

Isinya, mengatur tentang jaminan hak-hak keuangan bagi pelaut yang menjadi korban sandera bajak laut atau perampokan di laut. 

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved